Minggu, 20 November 2016

Metode Dakwah



       Ada beberapa kerangka dasar tentang metode dakwah yang terdapat dalam Al Qur'an 16:125
125.  Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah[845] dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk
 [845]  Hikmah: ialah perkataan yang tegas dan benar yang dapat membedakan antara yang hak dengan yang bathil.

1.    Bil Hikmah
2.    Mauidzotul Hasanah
3.    Mujadalah

Bil Hikmah
Kata Hikmah sering kali diterjemaahkan dalam pengertian bijaksana, yaitu suatu pendekatan sedemikian rupa sehingga obyek dakwah mampu melaksanakan apa yang didakwahkan, atas kemauannya sendiri, tidak merasa ada paksan, konflik maupun rasa tertekan.
a.    Pengertian Al Hikmah menurut bahasa:
-          Adil, Ilmu, Sabar, kenabian, Al Qur'an
-          Memperbaiki ( membuat menjadi baik atau lebih baik ) dan terhindar dari kerusakan
-          Ungkapan untuk mengetahui sesuatu yang utama dengan ilmu yang utama
-          Objek kebenaran ( Al Hak ) yang didapat melalui ilmu dan akal
-          Pengetahuan atau ma'rifat

b.    Menurut istilah ( Syar'I ) :
-          Tepat dalam perkataan dan perbuatan
-          Mengetahui yang benar dan mengamalkannya ( ilmu dan pengalaman )
-          Warra dalam dinullah
-          Meletakan sesuatu pada tempatnya
-          Menjawab dengan tepat dan jelas

Kesimpulan.
Pertama, Hikmah berasal dari kata Ihkam yang artinya memperbaiki perkataan dan perbuatan
Kedua, Hikmah diambil dari kata Al Hukum yang artinya pemisahan hak dan batil

Mauidzatul Hasanah
        Nasehat yang baik, maksudnya adalah memberikan nasehat kepada orang lain dengan cara yang baik, berupa petunjuk-petunjuk  Ilahiyyah ke arah kebaikan dengan bahasa yang baik yang dapat mengubah hati, agar nasehat tersebut dapat diterima, berkenaan dihati, enak didengar, menyentuh perasaan, lurus difikiran, menghindar sikap kasar dan tidak boleh mencaci. QS. 2:256, QS. 3:159
256.  Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); Sesungguhnya Telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut [1]) dan beriman kepada Allah, Maka Sesungguhnya ia Telah berpegang kepada buhul tali yang amat Kuat yang tidak akan putus. dan Allah Maha mendengar lagi Maha Mengetahui.
159.  Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah Lembut terhadap mereka. sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu ma'afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu[2] ). Kemudian apabila kamu Telah membulatkan tekad, Maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.

     "Berbicaralah dengan mereka ( manusia ) itu sesuai dengan kemampuhannya" ( Hadits )

Mujadalah.
Maksudnya adalah berdiskusi dengan cara yang paling baik dari cara-cara berdiskusi yang ada
Mujadalah yang dimaksud disini adalah merupakan cara terakhir yang digunakan untuk berdakwah manakala kedua cara sebelumnya tidak mampu. Lazimnya cara ini dilakukan untuk menghadapi objek dakwah yang kaku dan keras/orang yang tarap berfikirnya cukup maju, dan kritis seperti  ahli kitab. QS.29:46
46.  Dan janganlah kamu berdebat denganAhli kitab, melainkan dengan cara yang paling baik, kecuali dengan orang-orang zalim di antara mereka[1154], dan Katakanlah: "Kami Telah beriman kepada (kitab-kitab) yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepadamu; Tuhan kami dan Tuhanmu adalah satu; dan kami Hanya kepada-Nya berserah diri".
[1154]  yang dimaksud dengan orang-orang yang zalim ialah: orang-orang yang setelah diberikan kepadanya keterangan-keterangan dan penjelasan-penjelasan dengan cara yang paling baik, mereka tetap membantah dan membangkang dan tetap menyatakan permusuhan.

Dalam ayat tersebut, terlihat jelas bahwa dalam Al Qur'an menyuruh kaum muslimin ( terutama juru dakwah ) agar berdebat dengan ahli kitab dengan cara yang baik, lemah lembut kecuali jika mereka telah memperlihatkan keangkuhan dan kedzaliman yang keluar dari batas-batas kewajaran.

Sayyid Qutb menyatakan bahwa dalam menerapkan metode diskusi dengan cara yang baik perlu perlu diperhatikan cara-cara berikut :
a.    Tidak merendahkan pihak lawan, atau menjelek-jelekan, karena tujuan diskusi bukan mencari kemenangan, melainkan kemudahan.
b.    Tujuan diskusi semata-mata untuk menunjukan kebenaran sesuai dengan ajaran Allah.
c.    Tetap menghormati pihak lawan, sebab jiwa manusia tetap memiliki harga diri. Karena harus diupayakan ia tidak merasa kalah dalam diskusi dan merasa tetap dihargai dan dihormati.

Syekh Yusuf Al Qardawi menuturkan bahwa dalam diskusi ada dua metode, yaitu metode yang baik ( hasan ) dan metode yang lebih baik ( ahsan ). Al Qur'an menggariskan bahwa salah satu pendekatan dakwah adalah dengan menggunakan metode diskusi yang lebih baik.

Sementara Nabi Muhammad SAW. Telah mengaflikasikan tiga kerangka dasar metode dakwah tersebut melalui beberapa pendekatan :

a.    Pendekatan personal dari mulut-kemulut
Pendekatan ini dilakukan Nabi sejak turunnya wahyu pertama kepada orang-orang terdekatnya dengan personal approach dengan sangat rahasia. Pendekatan ini dilakukan agar tidak menimbulkan goncangan-goncangan reaksioner dikalangan masyarakat quraisy  mengingat pada saat itu mereka masih berpegang teguh pada kepercayaan animisme warisan leluhur mereka. ( selama ± 3 tahun )- disini banyak yang masuk islam Al Khodijah Binti Al Khuailid, Ali Bin Abi Thalib, Zaid Bin Haritsah, Abu Bakar Assidiq, Utsman Bin Affan, Zubair Al Arqom, Abdurrahman Al Auf, Saad Bin Abi Waqas.
Disini dapat dipetik suatu pelajaran bahwa pelaksanaan dakwah ahrus senantiasa mempertimbangkan situasi dan kondisi setempay.

b.    Pendekatan Pendidikan
Dakwah dengan pendekatan pendidikan ini dilakukan sejak dini, yaitu beriringan dengan masuk islamnya para sahabat satu persatu.

Tempat-tempat yang dipakai rasul untuk membina sahabatnya.

     Dar Al Arqam
       Dipilihnya rumah Al Arqam sebagai tempat belajar dan mengajar, karena lokasi rumah tersebut dekat dengan ka'bah, sehingga memudahkan jama'ah beribadah dimesjid Al Haram, disamping faktor keamanan menjadi salah satu hal yang dipertimbangkan, kemudian rumah Nabi juga dijadikan tempat belajar berikutnya terutama setelah masuk islamnya Umar Bin khottob dirumah Al Arqam. Umat islam merasa lega dan tempat belajar yang semula dirahasiakan kini dipindahkan ke rumah Nabi.

       Al Shuffah
Setelah Nabi dan para sahabatnya Hijrah ke Madinah, pekerjaan pertama yang beliau lakukan adalah pembangunan mesjid. Disanalah satu ruangan dari mesjid itu dipergunakan secara khusus untuk mengajar para sahabatnya. Ruangan ini disebut Al Shuffah yang juga berfungsi sebagai tempat penampungan para siswa yang miskin.



      Dar Al Qurra
Selain Al Suffah di madinah, terdapat pula Dar Al Qurra yang mengambil tempat dirumah malik Makhramah Bin Naufal sebagai tempat belajar membaca Al Qur'an sekaligus merupakan asrama bagi mereka.

        Kuttab
Kuttab merupakan tempat belajar bagi remaja bagi anak-anak, termasuk Zaid bin Tsabit yang kala itu rambutnya masih berjambul. Ia belajar Al Qur'an langsung dari lisan Nabi sebanyak 70 surah di Al Kuttab ini.

c.    Pendekatan penawaran
Cara ini dilakukan oleh Nabi dalam rangka menawarkan islam sekaligus mencari dukungan keamanan dari kabilah yang berdatangan ke makkah pada bulan haji untuk berziarah ( beribadah haji ) yang telah berjalan sejak zaman Nabi Ibrahim.

Dukungan keamanan dari kabilah diperlukan, mengingat semenjak Nabi berdakwah secara terbuka, orang-orang musyrik dari suku Quraisy selalu meneror beliau dan para sahabatnya sehingga mengancam keamanan mereka ( diantara kabilah yang masuk islam kabilah Al Khazraz pada Thn 12 kenabian juga terjadi bai'at aqobah I dan disusul Aqobah II pada tahun berikutnya Asbabunnuzul 5:67
67.  Hai rasul, sampaikanlah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu. dan jika tidak kamu kerjakan (apa yang diperintahkan itu, berarti) kamu tidak menyampaikan amanat-Nya. Allah memelihara kamu dari (gangguan) manusia [3]). Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir.

d.    Pendekatan Missi ( Bi'tsah )
Maksud dari pendekatan Missi adalah pengiriman tenaga da'I kedaerah-daerah luar tempat tinggal Nabi untuk mengajarkan agama islam.

e.    Pendekatan Koresponden.
Ahli tarikh, Muhammad bin Saad ( W. 230 H ) dalam kitabnya Al Tabaraqat Al Qubra menulis satu persatu surat Nabi SAW lengkap dengan sanadnya yang jumlahnya lebih dari 150 buah. Dilihat dari segi isi surat Nabi dapat dikelompokkan menjadi tiga bagian :
1.      Surat yang berisi seruan untuk masuk islam, surat ini ditujukan kepada orang-orang non muslim baik Yahudi, Majusi, Nasrani dan sebagainya.
2.      Surat-surat yang berisi aturan-aturan dalam islam, misalnya tentang Zakat, shodaqoh dan sebagainya. Surat ini ditujukan kepada orang-orang muslim yang memerlukan penjelasan-penjelasan dari Nabi SAW.
3.      Surat-surat yang berisikan hal-hal yang wajib dikerjakan oleh orang-orang non muslim terhadap pemerintahan islam, seperti Jizyah ( iuran keamanan ).



f.     Pendekatan Diskusi.
      Sejak dimekah hingga hijrah kemadinah, Nabi SAW sering berhadapan dengan tamu-tamu maupun kerabat yang datang untuk mempertanyakan berbagai hal, misalnya serombongan yang terdiri dari para pendeta Abessinia ( Habsyi ) yang berjumlah 70 orang yang diutus raja Najsi, yang muslim untuk memperdalam islam, yang non muslim untuk berdiskusi tentang agama, seperti mereka punya keyakinan Isa adalah Tuhan, maka diberi penawaran oleh Nabi SAW untuk mubahalah ( perang sumpah ) mereka tidak mau dan minta damai dan siap bayar upeti.

Membimbing seseorang untuk menjadi seorang muslim itu lebih berharga disebanding dunia dan isinya


[1]  .    [162]  Thaghut ialah syaitan dan apa saja yang disembah selain dari Allah s.w.t. .
[2] .  [246]  Maksudnya: urusan peperangan dan hal-hal duniawiyah lainnya, seperti urusan politik, ekonomi, kemasyarakatan dan lain-lainnya.
[3] . [430]  Maksudnya: tak seorangpun yang dapat membunuh nabi Muhammad s.a.w.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar