Selasa, 15 November 2016

GERAKAN FREEMASONRY DI INDONESIA

Indonesia adalah negara Asia Tenggara yang terbesar dan bekas jajahan Belanda. Menurut catatan sejarah, Belanda adalah tempat pertemuan Freemasonry se Eropa.
Di Belanda kaum Freemasonry leluasa bergerak, dan bahkan kebanyakan anggota gerakan itu adalah para pejabat pemerintah kerajaan Belanda.
Menurut analisis kaum orientalis, bangsa-bangsa Asia Tenggara itu mudah dimasuki jarum-jarum Freemasonry, karena pada umumnya mereka mempunyai 'Tiga Tabiat Tercela' yaitu MALAS, PENDEK PIKIRAN, DAN SUKA LATAH (ikut-ikutan).
Dengan memanfaatkan ketiga sifat tercela itu, kaum Freemasonry pun bergerak di Asia Tenggara, dan mendapatkan tempat yang subur di Indonesia. Sekalipun mayoritas penduduknya beragama Islam, namun sebagian besar dari mereka tidak menganut ajaran Islam yang sesungguhnya, adat istiadatnya merupakan campuran adat setempat, animis, Hindu, Budha dan Nasrani.
Freemasonry dengan segala pengaruhnya itu telah masuk ke Indonesia sejak masa penjajahan. Gerakan-gerakan kesukuan seperti Budhi Utomo, Paguyuban Pasundan dan sebagainya, dalam tingkah gerak dan upacara pimpinannya, sejalan dengan paham Freemasonry dalam membenci Islam.
Ki Hajar Dewantara yang dianggap tokoh nasional itu telah memasukkan paham Freemasonry pada anak didiknya. Taman siswa adalah sebuah lembaga pendidikan sekuler yang antipati terhadap Islam, ia menolak pendidikan agama dan ia membuat pendidikan moral sendiri yang disebut budi pekerti.
Taman siswa berusaha menjauhkan anak-anak Islam dari agamanya sendiri, jadilah mereka anak-anak sekuler, anak-anak yang tidak peduli terhadap agama, anak-anak yang menganggap bahwa semua agama itu sama dan semua agama itu baik.
Ir. Soekarno adalah salah seorang lulusan Taman siswa, yang selama hidupnya cenderung meniru jejak Kemal Attaturk, anggota Freemasonry dari Turki.
Sejak awal penjajahannya, Belanda telah berusaha sekuat tenaga untuk melumpuhkan Islam. Misalnya, memberikan para alim-ulama surat pengangkatan, dan menetapkan buku-buku pedoman yang boleh jadi rujukan, dan buku apa yang terlarang, supaya para alim-ulama itu mendidik murid-muridnya terbatas pada rukun Iman, rukun Islam, dan hikayat-hikayat yang penuh takhayul saja.
Selain itu, pemerintah Belanda mengambil beberapa orang keturunan Yahudi Belanda untuk mengobok-obok umat Islam di Indonesia, antara lain Gobe, Snouck Hurgronje, Van Der Plass dan sebagainya.
Organisasi teratur pertama yang berbadan hukum di tanah air ini adalah Syarikat Dagang Islam (1903) yang kemudian berganti nama menjadi Syarikat Islam.
Pada tahun 1914 datanglah ke Semarang orang-orang sosialis dan aktifis Freemasonry Belanda, dengan misi khusus memporak-porandakan Syarikat Islam.
Mereka terdiri dari HEJM Sneevliet, JA Brandsteder, HW Decker, dan P. Bergsma. Mereka mendirikan Indische Sociaal Democratiesche Vereniging (ISDV).
Pada tahun 1917, gerakan Freemasonry membangun jaringan-jaringan pada Syarikat Islam, dan selanjutnya pada tahun 1918 Syarikat Islam pun dapat dipecah-belah menjadi dua aliran, yaitu Syarikat Islam Kanan dan Syarikat Islam Kiri atau Revolusioner Sosial (yang telah dimasuki Freemasonry dengan unsur-unsur Marxismenya, dan dipimpin oleh Muso, Alimin, Tan Malaka dan sebagainya).
Pada 23 Mei 1920 lahirlah Partai Komunis Indonesia di bawah pimpinan Semaun, Darsono, dan beranggotakan --antara lain-- A. Baars (seorang guru warga Belanda). Dan Soekarno adalah murid A. Baars, dimana ketika si Bung berusia 16-17 tahun oleh A. Baars pernah diajarkan tentang internasionalisme.
 
DOKTRIN ZIONISME DAN IDIOLOGI PANCASILA
Penerbit: Wahdah Press Yogyakarta
Agustus 1999

Tidak ada komentar:

Posting Komentar