HISABAN
Hidup dan kehidupan
merupakan anugrah yang besar dari Allah yang selamanya harus disyukuri. Sedangkan
kematian merupakan kunci dari tiga pintu.
Hisaban (حساب )
: Evaluasi / balitungan akhir.
Anjuran. حاسيب انفسكم قبل ان تحاسيب : Hitunglah diri sebelum
dihitung oleh Allah. Muncul istilah : محسبة
النفس intropeksi diri
♦ Berapa kata yang menjadi nilai hari ini, dari
sekian ribu kata yang diucapkan.
♦ Berapa
langkah yang menjadi nilai hari ini, dari sekian ribu langkah yang
dilaksanakan.
♦ Berapa
poin amal yang didapatkan hati hari ini,
dari sejumlah kendali, yang diperintahkan hati kepada
seluruh anggahota badan.
Ini pertanyaan yang tidak perlu dijawab oleh
lisan, tapi dijawab oleh diri kita masing-masing.
Melaksanakan kebaikan harus seperti buang air besar, tidak dihitung
berapa jumlah kotoran yang keluar. Hikmah dari hisaban akan diketahui apakah
tugas dan amanah yang telah dibebankan pada kita mendapatkan keuntungan atau
kerugian. Ini pertanyaan yang harus dievaluasi oleh hati kita masing-masing.
Namun sebelumnya kita akan melalui satu kejadian yang sangat
mengagetkan dan menakutkan yaitu “Qiamat” QS.78:18
78:18. Yaitu hari (yang pada waktu itu) ditiup sangsakala lalu kamu
datang berkelompok-kelompok.
Kemudian dipisahkan dulu antara mu'min dan kafir. QS. 36:59.
36:59. Dan ( Dikatakan kepada orang-orang
kafir ): "Berpisahlah kamu (dari orang-orang mukmin) pada hari ini, Hai
orang-orang yang berbuat jahat.
Tiga jenis hitungan yang akan dipertanyakan pada kita :
1.
Hisaban individu
( شخصيه ) QS. 19:80,95.
19:80. Dan kami akan mewarisi
apa yang ia katakan itu [1]),
dan ia akan datang kepada kami dengan seorang diri.
19:95. Dan tiap-tiap mereka akan datang kepada Allah
pada hari kiamat dengan sendiri-sendiri.
2.
Hisaban
kolektip (جماعي.) QS. 78:18
78:18. Yaitu hari (yang pada waktu itu) ditiup sangsakala lalu
kamu datang berkelompok-kelompok.
Tiga hal yang akan dihisab dalam jama'i :
·
Hubungan
saudara mukmin ( اخوان فى الدين ) Persaudaraan antar mu'min.
·
Hubungan
nasab ( نسب ) Hisaban antar nasab. Geus
nepi kamana ngajak dulur nasab kana islam.
·
hubungan
tetangga ( الجار ) Hisaban antar tetangga. Geus nepi kamana ngajak tatangga kana
islam. Ingat !" Da'wah kulangkah langkung utama daripada
kulisan.
3.
Hisaban kepeminpinan
( قياده ). QS.17:71
17:71 (Ingatlah) suatu hari (yang di hari itu) kami panggil tiap
umat dengan pemimpinnya; dan barangsiapa yang diberikan Kitab amalannya di
tangan kanannya Maka mereka Ini akan membaca kitabnya itu, dan mereka tidak
dianiaya sedikitpun.
SETALAH
MENGALAMI HISAB AKAN DIKETAHUI HASIL :
A.
Siksa ( عقاب )
Siksaan akibat mengkhianati dalam
menjalankan amanah didunia yang diamanatkan Allah sewaktu dialam arwah. QS. 33:72
33:72 Sesungguhnya kami Telah mengemukakan
amanat [2])
kepada langit, bumi dan gunung-gunung, Maka semuanya enggan untuk memikul
amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu
oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh,
Diantara penyebab datangnya iqob adalah karena Muflis. Analogi budak
ngadu kaleci nepika dipasangkeun jeung kokojona.
Bentuk muflis ada dua :
♦ Pandangan
Manusia :
Contoh : Orang yang ikut hijrah bersama Rasul, meninggalkan seluruh
kekayaannya berangkat ke Madinah.
♦ Pandangan
Allah :
Ini termasuk " hakekatnya
muflis" Orang yang ketika mati, rebo membawa amal shaleh, tetapi karena
banyak kaitan kesalahan-kesalahan dengan manusia yang belum tuntas didunia,
akhirnya habislah seluruh amal yang dibawanya.
B.
Hasil/upah ( ثواب ) dari menjalankan Amanat yang dibebankan Allah kepada manusia,
sewaktu dialam dunia.
Contoh kerakter ajalah. Kalau melaksanakan suatu kebaikan ingin
segera melihat upah hari ini.
Kisah sahabat Sa’id yang meninggal sewaktu qital, ia sedang belanja dipasar
untuk pernikahannya, kemudian ada komando jihad, dikisahkan setelah kematiannya
beliau mengajukan permohonan kembali kealam dunia karena ingin merasakan mati
sayahid lagi. Yang jadi pertanyaan. Mengapa orang tersebut mengajukan
permohonan demikian? Jawabnya" Karena ia telah melihat Tsawab dari syahid yang
begitu besar.
Kesimpulan : manusia itu akan menerima hasil dari semua aktivitas yang
pernah diperbuatnya sewaktu di alam dunia, dan menerima balasan dari perbuatannya
itu sendiri. QS. 99:7,8
99:7 Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun,
niscaya dia akan melihat (balasan) nya.
99:8 Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun,
niscaya dia akan melihat (balasan) nya pula.
Kalau hisab tsawab dan iqob
merupakan hal yang tidak dapat dipungkiri prinsipnya : Bagai mana supaya setiap
aktivitas kita menghasilkan nilai-nilai ibadah
|
حديث قدسى : ا بن ا د م تفرغ لعبا د تى , ا ملاء صد رك غنى , وا سد
فقرك , والا تفعل ! ملاء ت صد رك شغلا , ولم ا سد فقرك.
|
Wahai anak adam ! fokuskanlah/konsentrasikanlah
hidup dan kehidupanmu hanyalah untuk beribadah kepadaku.
Jaminannya :
♦ ا ملاء صد رك عنى : Aku akan memnuhi hatimu dengan kekayaan.
♦ وا سد فقرك : Akan aku penuhi
segala kebutuhannya.
Jika tidak demikian akibatnya :
♦ ملاء ت صد
رك شغلا : Dadanya akan kami penuhi dengan kesibukan.
♦ ولم ا سد فقرك : Tidak akan terpenuhi
segala kebutuhannya.
Timbul pertanyaan !" Salah tidak kalau lisan mengucapakan"
Aku akan usaha mencari uang.?" Jawab : Dalam istilah ada dua :
● Ada
Estimet. Setatus kerja/cara. Perkataan, perbuatan,
pemikiran yang sudah biasa dilaksanakan,
tapi tidak bertentangan dengan ma'na. Contoh
: Ketika seseorang ditanya mau kemana
?" jawab!" mau cari uang.
Dalam estimet ada hal yang harus diperhatikan :
♦ مبداء : Pemberangkatan.
Dalam
pemberangkatan harus صيحة المبداء. Bersih dalam niat. Yaitu: Niat ibadah.
♦ عمل : Praktek.
Dalam
pemeraktekan harus صحيه العمل . Keabsahan peraktek benar-benar
terjamin, yaitu : Sesuai dengan Qur'an
dan Sunnah. Diperhatikan maujud, ma'bud dan matlubnya.
♦ غايه :
Tujuan.
Dalam
tujuan harus صيحة الغايه. Bersih
dalam tujuan, demi mencari Mardlotillah.
● Ada
Ultimet :" Pentasorupan/pendistribusian. Nasorupkeun harta sanggeusna
kapimilik. Dalam Ultimet ada hal yang
harus diperhatikan yaitu : Memenuhi hak dan kewajiban.
Meskipun bentuk Estimetnya/ngincidna dina kuli, tapi lamun
niatna ibadah tetap termasuk orang yang beruntung.
|
ان الله لاينظرواالى صواركم واموالكم, ولكن
ينظروا الى قلوابكم واعمالكم
|
Kesimpulan : Ibadah itu suatu syistem yang
sangat akurat dan sempurna, dimana dalam ibadah tidak ada istilah arek karna
hayang, emung karna teu purun.
Kalau tujuan aktivitas kita bukan ibadah !"
Persiapkan diri untuk kecewa.
Ibadah tugas manusia, Allah yang mengatur
rizki.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar