Selasa, 15 November 2016

HISABAN

HISABAN

Hidup dan kehidupan merupakan anugrah yang besar dari Allah yang selamanya harus disyukuri. Sedangkan kematian merupakan kunci dari tiga pintu.

Hisaban (حساب ) : Evaluasi / balitungan akhir.
Anjuran. حاسيب انفسكم قبل ان تحاسيب  : Hitunglah diri sebelum dihitung oleh Allah. Muncul istilah : محسبة النفس   intropeksi diri
                                               
     Berapa kata yang menjadi nilai hari ini, dari sekian ribu kata yang diucapkan.
     Berapa langkah yang menjadi nilai hari ini, dari sekian ribu langkah yang dilaksanakan.
     Berapa poin amal yang didapatkan hati  hari ini, dari sejumlah kendali, yang diperintahkan hati         kepada seluruh anggahota badan.
          Ini pertanyaan yang tidak perlu dijawab oleh lisan, tapi dijawab oleh diri kita masing-masing.

Melaksanakan kebaikan harus seperti buang air besar, tidak dihitung berapa jumlah kotoran yang keluar. Hikmah dari hisaban akan diketahui apakah tugas dan amanah yang telah dibebankan pada kita mendapatkan keuntungan atau kerugian. Ini pertanyaan yang harus dievaluasi oleh hati kita masing-masing.
      
Namun sebelumnya kita akan melalui satu kejadian yang sangat mengagetkan dan menakutkan yaitu “Qiamat” QS.78:18
    
78:18. Yaitu hari (yang pada waktu itu) ditiup sangsakala lalu kamu datang berkelompok-kelompok.
Kemudian dipisahkan dulu antara mu'min dan kafir. QS. 36:59.


36:59. Dan ( Dikatakan kepada orang-orang kafir ): "Berpisahlah kamu (dari orang-orang mukmin) pada hari ini, Hai orang-orang yang berbuat jahat.

Tiga jenis hitungan yang akan dipertanyakan pada kita :

1.      Hisaban individu ( شخصيه ) QS. 19:80,95.

19:80.  Dan kami akan mewarisi apa yang ia katakan itu [1]), dan ia akan datang kepada kami dengan seorang diri.

 19:95.  Dan tiap-tiap mereka akan datang kepada Allah pada hari kiamat dengan sendiri-sendiri.
2.      Hisaban kolektip (جماعي.) QS. 78:18
78:18. Yaitu hari (yang pada waktu itu) ditiup sangsakala lalu kamu datang berkelompok-kelompok.

Tiga hal yang akan dihisab dalam jama'i :
·           Hubungan saudara mukmin ( اخوان فى الدين ) Persaudaraan antar mu'min.
·           Hubungan nasab ( نسب ) Hisaban  antar nasab. Geus nepi kamana ngajak dulur  nasab  kana        islam.
·           hubungan tetangga ( الجار ) Hisaban antar tetangga. Geus nepi kamana ngajak tatangga           kana  islam. Ingat !"    Da'wah kulangkah langkung utama daripada kulisan.

3.      Hisaban kepeminpinan ( قياده  ). QS.17:71   
                                                                                         
17:71 (Ingatlah) suatu hari (yang di hari itu) kami panggil tiap umat dengan pemimpinnya; dan barangsiapa yang diberikan Kitab amalannya di tangan kanannya Maka mereka Ini akan membaca kitabnya itu, dan mereka tidak dianiaya sedikitpun.

SETALAH MENGALAMI HISAB AKAN DIKETAHUI HASIL :

A.           Siksa ( عقاب )        
Siksaan akibat mengkhianati dalam menjalankan amanah didunia yang diamanatkan Allah sewaktu dialam arwah. QS. 33:72

33:72 Sesungguhnya kami Telah mengemukakan amanat [2]) kepada langit, bumi dan gunung-gunung, Maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh,

Diantara penyebab datangnya iqob adalah karena Muflis. Analogi budak ngadu kaleci nepika dipasangkeun jeung kokojona.

Bentuk muflis ada dua :
     Pandangan Manusia :
Contoh : Orang yang ikut hijrah bersama Rasul, meninggalkan seluruh kekayaannya berangkat ke Madinah.
     Pandangan Allah :
 Ini termasuk " hakekatnya muflis" Orang yang ketika mati, rebo membawa amal shaleh, tetapi karena banyak kaitan kesalahan-kesalahan dengan manusia yang belum tuntas didunia, akhirnya habislah seluruh amal yang dibawanya.

B.            Hasil/upah ( ثواب ) dari menjalankan Amanat yang dibebankan Allah kepada manusia, sewaktu dialam dunia.  

Contoh kerakter ajalah. Kalau melaksanakan suatu kebaikan ingin segera melihat upah hari ini.

Kisah sahabat Sa’id yang meninggal sewaktu qital, ia sedang belanja dipasar untuk pernikahannya, kemudian ada komando jihad, dikisahkan setelah kematiannya beliau mengajukan permohonan kembali kealam dunia karena ingin merasakan mati sayahid lagi. Yang jadi pertanyaan. Mengapa orang tersebut mengajukan permohonan demikian? Jawabnya" Karena ia telah melihat Tsawab dari syahid yang begitu besar.

Kesimpulan : manusia itu akan menerima hasil dari semua aktivitas yang pernah diperbuatnya sewaktu di alam dunia, dan menerima balasan dari perbuatannya itu sendiri. QS. 99:7,8

99:7 Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya.

99:8 Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya pula.

Kalau hisab tsawab dan iqob merupakan hal yang tidak dapat dipungkiri prinsipnya : Bagai mana supaya setiap aktivitas kita menghasilkan nilai-nilai ibadah

حديث قدسى : ا بن ا د م تفرغ لعبا د تى , ا ملاء صد رك غنى , وا سد فقرك , والا تفعل ! ملاء ت صد رك شغلا , ولم ا سد فقرك.

Wahai anak adam ! fokuskanlah/konsentrasikanlah hidup dan kehidupanmu hanyalah untuk beribadah kepadaku.

Jaminannya :
     ا ملاء صد رك عنى   :  Aku akan memnuhi hatimu dengan kekayaan.
     وا سد فقرك             :  Akan aku penuhi segala kebutuhannya.
  
Jika tidak demikian akibatnya :
     ملاء ت صد رك شغلا     :  Dadanya akan kami penuhi dengan kesibukan.
     ولم ا سد فقرك                :  Tidak akan terpenuhi segala kebutuhannya.

Timbul pertanyaan !" Salah tidak kalau lisan mengucapakan" Aku akan usaha mencari uang.?" Jawab : Dalam istilah ada dua :
     Ada Estimet.  Setatus kerja/cara. Perkataan, perbuatan, pemikiran yang sudah biasa        dilaksanakan, tapi tidak bertentangan dengan   ma'na. Contoh : Ketika seseorang ditanya mau        kemana ?" jawab!" mau cari uang.

Dalam estimet ada hal yang harus diperhatikan :
      مبداء         : Pemberangkatan.
        Dalam pemberangkatan harus صيحة المبداء. Bersih dalam niat. Yaitu: Niat ibadah.
      عمل    :   Praktek.
        Dalam pemeraktekan harus صحيه العمل . Keabsahan peraktek benar-benar terjamin, yaitu :         Sesuai dengan Qur'an dan Sunnah. Diperhatikan maujud, ma'bud dan matlubnya.
      غايه            :   Tujuan.
        Dalam tujuan harus صيحة الغايه. Bersih dalam tujuan, demi mencari Mardlotillah.

     Ada Ultimet :" Pentasorupan/pendistribusian. Nasorupkeun harta sanggeusna kapimilik. Dalam        Ultimet ada hal yang harus diperhatikan yaitu : Memenuhi hak dan kewajiban.

Meskipun bentuk  Estimetnya/ngincidna dina kuli, tapi lamun niatna ibadah tetap termasuk orang yang beruntung.

ان الله لاينظرواالى صواركم واموالكم, ولكن ينظروا الى قلوابكم واعمالكم

Kesimpulan : Ibadah itu suatu syistem yang sangat akurat dan sempurna, dimana dalam ibadah tidak ada istilah arek karna hayang, emung karna teu purun.

Kalau tujuan aktivitas kita bukan ibadah !" Persiapkan diri   untuk kecewa.
    
Ibadah tugas manusia, Allah yang mengatur rizki.



[1] . [909]  Maksudnya: Allah akan mengambil kembali harta dan anak-anaknya sehingga ia menemui Tuhan seorang diri saja.
[2] . [1233]  yang dimaksud dengan amanat di sini ialah tugas-tugas keagamaan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar