QS : 51:21,30:30
Manusia dapat ditempatkan dalam tiga katagori :
Pertama :
Makhluk biologis ( Al Basyar ) QS. 15:28.
28. Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu berfirman
kepada para malaikat: "Sesungguhnya Aku akan menciptakan seorang manusia
dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk,
Kedua :
Manusia sebagai makhluk fisikis
( Al Insan ) yaitu mempunyai potensi rohani seperti Fitrah. QS. 30:30, Qolb QS.
22:46 Akal QS.3:190-191, sehingga potensi tersebut menjadikannya sebagai
makhluk tertinggi QS.17:70. Apabila potensi tersebut tidak digunakan maka
manusia tak ubahnya dengan binatang QS. 7:179, 25:44. Sedang bentuk
insaniyahnya ( Humanism) terletak pada iman dan amal. QS. 95:6.
Ketiga :
Manusia sebagai makhluk
sosial ( Annas ) yang mempunyai tugas dan tanggung jawab sosial terhadap alam
semesta. Klasifikasi ketiga ini karena manusia berfungsi tidak hanya sebagai Abdullah
QS. 51:56, tetapi juga sebagai Kholifah QS: 2:30, 10:14 untuk mewujudkan
kemakmuran QS.11:61, kebahagiaan QS. 33:71, 13:29 dalam kehidupan dunia akhirat
QS. 28:77.
Fitrah
Manusia
Allah berfirman QS. 30:30
Dari ayat tersebut timbullah berbagai interpretasi tentang makna fitrah
:
1. Fitrah berarti suci
Menurut Al-Auza'iy, fitrah adalah kesucian, dalam rohani dan jasmani[1])
Arti ini didukung oleh hadits Nabi :
خمس من الفطرة الختان....
"Lima macam dalam katagori kesucian,
yaitu berkhitan, memotong rambut, mencukur kumis, menghilangkan kuku dan
mencabut bulu ketiak." ( HR. Bukhori-Muslim dari Abu Hurairah ).
2. Fitrah
berarti Dienul Islam
Abu Hurairah berpendapat bahwa yang
dimaksud dengan fitrah adalah agama [2]).
Pendapat ini berpijak pada sabda Nabi SAW.
'"Bukankah
aku telah menceritakan kepadamu pada sesuatu yang Allah telah menceritakan
kepadaku dalam kitab-Nya, bahwa Allah telah menciptakan Adam dan anak cucunya
untuk berpotensi untuk menjadi orang-orang islam." ( HR Iyad Khumar
).
3. Fitrah
berarti mengakui keesaan Allah
Allah berfirman : QS 7:172
4. Fitrah
berarti Murni/Ikhlas
Manusia
lahir dengan berbagai sifat, salah satunya adalah sifat kemurnian ( Keikhlasan
)dalam menjalankan suatu aktivitas [3]).
Pemaknaan ini didukung oleh sabda Nabi SAW:
ثلاث وهى
المنجيات : الاخلاص وهىفطرة الله التى فطر الناس عليها, الصلاة هى الملة, والطاعة
"Tiga
perkara yang menjadikan selamat, yaitu ikhlas berupa fitrah Allah dimana manusia
diciptakan darinya, salat berupa agama, dan taat berupa benteng
penjagaan." ( Hr Abu Hamid dari Muadz).
Dari ayat diatas Pak Hamka menyatakan bahwa
fitrah adalah rasa asli murni dalam jiwa yang belum dimasuki pengaruh dari
lainnya.
5. Fitrah
berarti kondisi penciptaan manusia yang mempunyai kecenderungan untuk menerima
kebenaran.
Secara fitri, manusia cenderung dan
berusaha mencari dan menerima kebenaran walaupun hanya bersemayam dalam hati
kecilnya [4]
). Seperti Fir'aun diakhir hayatnya ia mengakui akan kebenaran, namun
terlambat.
Fitrah membuat manusia berkeinginan suci
dan secara kodrati cenderung kepada kebenaran hanif, sedangkan pelengkapnya
adalah dhomir ( hati nurani ) sebagai pancaran keinginan kepada kebaikan,
kesucian, dan kebenaran. Disinilah tampak bahwa tujuan hidup manusia
adalah" Dari,oleh, dan untuk kebenaran yang mutlak. Kebenaran yang
terakhir kebenaran Allah SWT. Karena kebenaran merupakan asal dan tujuan dari
segala kenyataan. QS. 2:156, 6:162
6. Fitrah
berarti potensi dasar manusia sebagai alat untuk mengabdi dan Ma'rifatullah.
Allah berfirman QS. 36:22
Firman tersebut menyetarakan lapad A'budu
pada lapadz Fathoro, yang berimplikasikan bahwa wujud fitrah manusia ditandai
oleh ibadahnya pada sang penciptanya.
7. Fitrah
berarti ketetapan atau kejadian asal manusia mengenai kebahagiaan dan
kesesatannya.
Pendapat tersebut diangi oleh Ibnu Abas,
Ka'ab bin Qurodli, Abu Saad Al Khudiy dan Ahmad bin Hambal. [5]
).
Selanjutnya Abu Saad Al Khudriyi menukil
sebuah hadits Nabi yang berbunyi :
" Ingatlah bahwa anak
cucu Adam tercipta atas enam tingkatan, yaitu :
- Dilahirkan dalam keadaan mukmin dan hidup sebagai orang mukmin dan matinya sebagai orang mukmin pula.
- Dilahirkan dlam keadaan kafir, hidup sebagai orang kafir dan matinyapun menjadi orang kafir.
- Dilahirkan sebagai orang mukmin dan hidup menjadi seorang mukmin, tetapi matinya sebagai orang kafir.
- Dilahirkan sebagai orang kafir dan hidupnya menjadi orang kafir, tetapi matinya sebagai orang mukmin.
- Baik ketetapan hidupnya.
- Baik mata pencahariannya. ( HR. Abu Saad Al Khudriyi .)
8. Fitrah
berarti tabi'at alami yang dimiliki manusia ( Human nature ). Manusia lahir
dengan membawa perwatakan yang berbeda-beda.
Watak itu dapat berupa jiwa pada anak atau
hati sanubarinya dan dapat menghantarkan
pada Ma'rifatullah. Sebelum mencapai usia baligh, seorang anak belum bisa
membedakan antara iman dan kafir. Akan tetapi, dengan potensi fitrahnya, ia
dapat membedakan antara mu'min dan kafir karena wujud fitrah adalah Qolb dapat
menghantarkan pada pengenalan kebenaran tanpa terhalang oleh apapun, sedangkan
syetan hanya dapat membisikan kesesatan sewaktu anak telah mencapai usia akil
baligh.
Nabi
saw Bersabda :
”Tidaklah
seorang anak dilahirkan kecuali tetap pada fitrahny, sehingga lidahnya
memalingkan kepadanya." ( HR. muslim dari Muawiyah )
dalam
pandangan Al Ghojali, watak manusia terbagi menjadi enam macam, yaitu:
a. Manusia
bodoh.
Orang yang tidak dapat membedakan
antara bear dan salah, antara yang indah dan yang buruk. Manusia model ini
mudah sekali diubah watak atau tabi'atnya. Ia hanya membutuhkan seorang
pendidik yang mau memberi petunjuk dan memimpinnya.
b. Manusia
yang mengetahui akan keburukansesuatu yang buruk, tetapi tidak mau melaksanakan
suatu kebaikan, bahkan kadangkala melakukan keburukan dengan domplengan hawa
nafsunya, watak manusia model ini dapat diubah dengan melatih diri untuk
menghindari perbuatan yang buruk dan membiasakan diri untuk berbuat suatu
kebaikan.
c. Manusia
yang telah mempunyai keyakinan bahwa buruk itu baik dan indah baginya, manusia
model ini sulit untuk diperbaiki, kalaupun dapat hanya sebahagian saja.
d. Manusia
yang berkeyakinan bahwa mengerjakan suatu kejahatan merupakan suatu kebanggaan
tersendiri. Manusia model ini hampir tidak bisa di didik dan diperbaiki
wataknya.
Al
Ghizali memandang fitrah sebagai dasar manusia yang diperolehnya sejak lahir
dengan memiliki keistimewaan sebagai berikut :
a. Beriman
kepada Allah.
b. Kemampuan
dan kesediaan untuk menerima pendidikan dan pengajaran.
c. Dorongan
ingin tahu untuk mencari hakikat kebenaran yang berwujud daya untuk brfikir.
d. Dorongan
biologis yang berupa syahwat ( Sensual Pleasure ), ghodhob, dan tabi'at (
insting ).
e. Kekuatan-kekuatan
lain dan sifat-sifat manusia yang dapat dikembangkan dan dapat disempurnakan.
9. Fitrah
berarti Ghariziah ( insting )
Ibnu
Taimiyah membagi fitrah manusia menjadi dua macam yaitu :
a. Fitrah Al Munazzalah
Fitrah luar yang masuk pada diri
manusia, fitrah ini merupakan petunjuk Al Qur'an dan Assunah, yang digunakan
sebagai kendali dan pembimbing bagi fitrah Al Ghorizah.
b. Fitrah Al Ghorizah
Fitrah intern dalam diri manusia yang
memberi daya akal ( Quah Al Akli ), yang berguna untuk mengembangkan potensi
dasar manusia.
Stimulasi
yang dapat mengembangkan angka didik dalam berbagai dimensinya :
►
Faktor ibu yang memberi struktur dan dimensi kerohaniyan yang penuh dengan kasih sayang dan
kelembutannya.
► Faktor ayah yang memberikan dimensi kekuatan
dan harga diri.
►
Faktor sekolah yang membantu terbentuknya sipat lahiriyah.
► Faktor masyarakat dan lingkungan yang
memberikan lingkungan empiris.
►
Faktor kebudayaan umum masyarakat yang memberi corak kehidupan manusia
Diambil dari buku
Pemikiran pendidikan islam
Tidak ada komentar:
Posting Komentar