Selasa, 15 November 2016

Fitrah Manusia ( hakekat fitrah manusia )



QS : 51:21,30:30
Manusia dapat ditempatkan dalam tiga katagori :

Pertama :
      Makhluk biologis ( Al Basyar ) QS. 15:28.
28.  Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: "Sesungguhnya Aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk,

Kedua    :
      Manusia sebagai makhluk fisikis ( Al Insan ) yaitu mempunyai potensi rohani seperti Fitrah. QS. 30:30, Qolb QS. 22:46 Akal QS.3:190-191, sehingga potensi tersebut menjadikannya sebagai makhluk tertinggi QS.17:70. Apabila potensi tersebut tidak digunakan maka manusia tak ubahnya dengan binatang QS. 7:179, 25:44. Sedang bentuk insaniyahnya ( Humanism) terletak pada iman dan amal. QS. 95:6.

Ketiga    :
      Manusia sebagai makhluk sosial ( Annas ) yang mempunyai tugas dan tanggung jawab sosial terhadap alam semesta. Klasifikasi ketiga ini karena manusia berfungsi tidak hanya sebagai Abdullah QS. 51:56, tetapi juga sebagai Kholifah QS: 2:30, 10:14 untuk mewujudkan kemakmuran QS.11:61, kebahagiaan QS. 33:71, 13:29 dalam kehidupan dunia akhirat QS. 28:77.
  
Fitrah Manusia

Allah berfirman QS. 30:30
Dari ayat tersebut timbullah berbagai interpretasi tentang makna fitrah :
 1.  Fitrah berarti suci
Menurut Al-Auza'iy, fitrah adalah kesucian, dalam rohani dan jasmani[1]) Arti ini didukung oleh hadits Nabi :
خمس من الفطرة الختان....
"Lima macam dalam katagori kesucian, yaitu berkhitan, memotong rambut, mencukur kumis, menghilangkan kuku dan mencabut bulu ketiak." ( HR. Bukhori-Muslim dari Abu Hurairah ).

2.   Fitrah berarti Dienul Islam
    Abu Hurairah berpendapat bahwa yang dimaksud dengan fitrah adalah agama [2]). Pendapat ini berpijak pada sabda Nabi SAW.
'"Bukankah aku telah menceritakan kepadamu pada sesuatu yang Allah telah menceritakan kepadaku dalam kitab-Nya, bahwa Allah telah menciptakan Adam dan anak cucunya untuk berpotensi untuk menjadi orang-orang islam." ( HR Iyad Khumar ).

3.    Fitrah berarti mengakui keesaan Allah
 Allah berfirman : QS 7:172
4.    Fitrah berarti Murni/Ikhlas
Manusia lahir dengan berbagai sifat, salah satunya adalah sifat kemurnian ( Keikhlasan )dalam menjalankan suatu aktivitas [3]). Pemaknaan ini didukung oleh sabda Nabi SAW:
ثلاث وهى المنجيات : الاخلاص وهىفطرة الله التى فطر الناس عليها, الصلاة هى الملة, والطاعة
"Tiga perkara yang menjadikan selamat, yaitu ikhlas berupa fitrah Allah dimana manusia diciptakan darinya, salat berupa agama, dan taat berupa benteng penjagaan." ( Hr Abu Hamid dari Muadz).

    Dari ayat diatas Pak Hamka menyatakan bahwa fitrah adalah rasa asli murni dalam jiwa yang belum dimasuki pengaruh dari lainnya.

5.  Fitrah berarti kondisi penciptaan manusia yang mempunyai kecenderungan untuk menerima kebenaran.

     Secara fitri, manusia cenderung dan berusaha mencari dan menerima kebenaran walaupun hanya bersemayam dalam hati kecilnya [4] ). Seperti Fir'aun diakhir hayatnya ia mengakui akan kebenaran, namun terlambat.
     Fitrah membuat manusia berkeinginan suci dan secara kodrati cenderung kepada kebenaran hanif, sedangkan pelengkapnya adalah dhomir ( hati nurani ) sebagai pancaran keinginan kepada kebaikan, kesucian, dan kebenaran. Disinilah tampak bahwa tujuan hidup manusia adalah" Dari,oleh, dan untuk kebenaran yang mutlak. Kebenaran yang terakhir kebenaran Allah SWT. Karena kebenaran merupakan asal dan tujuan dari segala kenyataan. QS. 2:156, 6:162

6.    Fitrah berarti potensi dasar manusia sebagai alat untuk mengabdi dan Ma'rifatullah.
   Allah berfirman QS. 36:22
   Firman tersebut menyetarakan lapad A'budu pada lapadz Fathoro, yang berimplikasikan bahwa wujud fitrah manusia ditandai oleh ibadahnya pada sang penciptanya.

7.    Fitrah berarti ketetapan atau kejadian asal manusia mengenai kebahagiaan dan kesesatannya.
      Pendapat tersebut diangi oleh Ibnu Abas, Ka'ab bin Qurodli, Abu Saad Al Khudiy dan Ahmad bin Hambal. [5] ).
      Selanjutnya Abu Saad Al Khudriyi menukil sebuah hadits Nabi yang berbunyi :
" Ingatlah bahwa anak cucu Adam tercipta atas enam tingkatan, yaitu :
  1. Dilahirkan dalam keadaan mukmin dan hidup sebagai orang mukmin dan matinya sebagai orang mukmin pula.
  2. Dilahirkan dlam keadaan kafir, hidup sebagai orang kafir dan matinyapun menjadi orang kafir.
  3. Dilahirkan sebagai orang mukmin dan hidup menjadi seorang mukmin, tetapi matinya sebagai orang kafir.
  4. Dilahirkan sebagai orang kafir dan hidupnya menjadi orang kafir, tetapi matinya sebagai orang mukmin.
  5. Baik ketetapan hidupnya.
  6. Baik mata pencahariannya. ( HR. Abu Saad Al Khudriyi .)
8.    Fitrah berarti tabi'at alami yang dimiliki manusia ( Human nature ). Manusia lahir dengan membawa perwatakan yang berbeda-beda.
     Watak itu dapat berupa jiwa pada anak atau hati sanubarinya  dan dapat menghantarkan pada Ma'rifatullah. Sebelum mencapai usia baligh, seorang anak belum bisa membedakan antara iman dan kafir. Akan tetapi, dengan potensi fitrahnya, ia dapat membedakan antara mu'min dan kafir karena wujud fitrah adalah Qolb dapat menghantarkan pada pengenalan kebenaran tanpa terhalang oleh apapun, sedangkan syetan hanya dapat membisikan kesesatan sewaktu anak telah mencapai usia akil baligh.
Nabi saw Bersabda :
”Tidaklah seorang anak dilahirkan kecuali tetap pada fitrahny, sehingga lidahnya memalingkan kepadanya." ( HR. muslim dari Muawiyah )

dalam pandangan Al Ghojali, watak manusia terbagi menjadi enam macam, yaitu:
a.    Manusia bodoh.
            Orang yang tidak dapat membedakan antara bear dan salah, antara yang indah dan yang buruk. Manusia model ini mudah sekali diubah watak atau tabi'atnya. Ia hanya membutuhkan seorang pendidik yang mau memberi petunjuk dan memimpinnya.
b.    Manusia yang mengetahui akan keburukansesuatu yang buruk, tetapi tidak mau melaksanakan suatu kebaikan, bahkan kadangkala melakukan keburukan dengan domplengan hawa nafsunya, watak manusia model ini dapat diubah dengan melatih diri untuk menghindari perbuatan yang buruk dan membiasakan diri untuk berbuat suatu kebaikan.
c.    Manusia yang telah mempunyai keyakinan bahwa buruk itu baik dan indah baginya, manusia model ini sulit untuk diperbaiki, kalaupun dapat hanya sebahagian saja.
d.    Manusia yang berkeyakinan bahwa mengerjakan suatu kejahatan merupakan suatu kebanggaan tersendiri. Manusia model ini hampir tidak bisa di didik dan diperbaiki wataknya.
Al Ghizali memandang fitrah sebagai dasar manusia yang diperolehnya sejak lahir dengan memiliki keistimewaan sebagai berikut :
a.    Beriman kepada Allah.
b.    Kemampuan dan kesediaan untuk menerima pendidikan dan pengajaran.
c.    Dorongan ingin tahu untuk mencari hakikat kebenaran yang berwujud daya untuk brfikir.
d.    Dorongan biologis yang berupa syahwat ( Sensual Pleasure ), ghodhob, dan tabi'at ( insting ).
e.    Kekuatan-kekuatan lain dan sifat-sifat manusia yang dapat dikembangkan dan dapat disempurnakan.
9.    Fitrah berarti Ghariziah ( insting )
Ibnu Taimiyah membagi fitrah manusia menjadi dua macam yaitu :
a.     Fitrah Al Munazzalah
       Fitrah luar yang masuk pada diri manusia, fitrah ini merupakan petunjuk Al Qur'an dan Assunah, yang digunakan sebagai kendali dan pembimbing bagi fitrah Al Ghorizah.

b.     Fitrah Al Ghorizah
       Fitrah intern dalam diri manusia yang memberi daya akal ( Quah Al Akli ), yang berguna untuk mengembangkan potensi dasar manusia.


Stimulasi yang dapat mengembangkan angka didik dalam berbagai dimensinya :

        Faktor ibu yang memberi struktur dan dimensi kerohaniyan yang        penuh dengan kasih sayang dan kelembutannya.
          Faktor ayah yang memberikan dimensi kekuatan dan harga diri.
           Faktor sekolah yang membantu terbentuknya sipat lahiriyah.
       Faktor masyarakat dan lingkungan yang memberikan lingkungan   empiris.
           Faktor kebudayaan umum masyarakat yang memberi corak kehidupan manusia


Diambil dari buku
Pemikiran pendidikan islam



[1]  Ibnu Abdillah Muhammad bin ahmad Al Ansori Al Qurtuby, Tafsir Al Qurtubi 6/5106
[2]  Tafsir Al Khozin 3/434 dan Darul Ahya 4/295
[3]  Tafsir At Tobari 11/260
[4]  Tafsir Al Maroghi 111/248
[5]  Tafsir Ashowi 111/248

Tidak ada komentar:

Posting Komentar