Sejarah merupakan bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan
umat manusia, ia selalu mengiringi dan tak jauh dari kehidupan umat manusia.
Maka manusia sesungguhnya sangat butuh akan sejarah itu.
Mengenai hal ini banyak orang yang tidak sepakat, sejarah
bagi sementara orang hanyalah sebagia mata kuliah atau pelajaran hapalan
tentang peristiwa yang pernah terjadi dan tidak akan pernah terulang kembali.
Sebagai suatu peritiwa yang final berhenti sampai saat dan di tempat itu saja”.
Barang kali ucapan yang demikian ini terbit dari ucapan ingin melupakan kesan
negatif dari peristiwa yang pernah di alaminya. Tetapi perlukah pengalaman
pahit itu kita lupakan. Apakah tidak sebaiknya, justru pengalaman pahit itu
kita pelajari agar tidak “terantuk” untuk kedua kalinya? tidaklah apa yang
pernah terjadi, tidak terjadi tanpa arti dan makna ?
Sekalipun demikian, sementara orang berani melemparkan
pendapatnya bahwa “Sejarah tidak dapat memberikan pelajaran apapun untuk kita,
realitas kehidupan kita selalu baru, hanya siapa yang memiliki kemauan disana
ada jalan. Apa yang terjadi di masa kini tidak perlu di cocokan atau di teliti
dengan petunjuk yang berupa qias atau analogi yang pernah terjadi di masa
lampau”. Pandangan ini menyatakan bahwa tidak ada hunungan antara apa yang
pernah terjadi di masa sekarang dengan peristiwa di masa lalu. Pengertian baru
benar-benar merupakan pengertian yang bukan lahir dari yang sebelumnya.
Dirasakannya apa yang terjadi sekarang ini, bukan produk dasri masa lalu, dan
terlepas dari peristiwa yang pernah terjadi sebelumnya. Kemauan dianggapnya
sebagai sumber segala peristiwa yang terjadi dan kemauan itu mandiri dan murni
serba kesekaranngan.
Dari beberapa pendapat diatas dapat di garis bawahi bahwa
sejarah itu meliputi kejadian dan peristiwa-peristiwa yang benar-benar terjadi
sebagai konsekuwensi logis dari adanya kehidupan umat manusia, adanya dimensi
waktu dimana manusia itu hidup baik waktu dulu, sekarang dan yang akan datang,
kehidupan manusia itu merupakan suatu gerakan yang mengarah maju hingga
mencapai perkembangan dan kemajuan yang luar biasa. Rentangan jalan kehidupan manusia itu dapat di pelajari dan di
teliti secara mendalam dan seksama sehingga menjadi satu ilmu dan dapat di
ungkapkan dalam sebuah cerita.
Dengan demikian dapatlah disimpulkan bahwa sejarah adalah
suatu proses kehidupan umat manusia yang selalu tumbuh berkembang dari satu tahap
yang sangat sederhana ketahap yang lebih maju dalam satu sistem pada waktu dan
jaman tertentu.
Istilah-Istilah
Sejarah Dalam Al-Quran
Al-Quran adalah kitabulloh yang amat sangat lengkap,
mejelaskan berbagai aspek kehidupan umat manusia, membahas mulai dari hal-hal
terkecil hingga masalal-masalah besar dari kehidupan dunia ini juga akhirat
(Qs. Annahl/16:89)
Bagian dari pembahsan Al-Quran secara khusus menguraikan
tentang hidup dan kehidupan umat manusia bahkan mendominasi terhadap pembahasan
makhluk lainnya baik kehidupan manusia didunia maupun kihidupannya di akhirat.
Tentang manusia dibahasnya mulai dari manusia pertama (Adam a.s) dan
manusia-manusia berikutnya hingga sekarang dan bahkan yang datang. Semua aspek
dan segi kehidupan manusia di bahas secara luas dan gamlang demikian rupa,
mulai dari proses dan bahan penciptaan manusia itu juga aspek-aspek tertentu
yang mengitarinya, apsek ideologi, politik, ekonomi, sosial, buday, hukum dan
lain-lainnya.
Pembahasan mengenai hal ihwal manusia pada masa-masa lampau
dimana telah hidup berjuta-juta generasi manusia, Al-Quran menyebutnya dengan Al-Qashash
القصص yang
merupakan bentuk jama’ , dari kata Al-Qashash( القصص ) artinya secara bahasa adalah cerita ( 4
) kita perhatikan ayat-ayat yang di dalam terdapat kata Al-Qashash dengan
berbagai bentuk katanya, di antaranya Qs. 28;25, 16;117,118, 40;78, 4;163,164,
12;3-5, 7;100-101, 11;120, 18;9-13, 20; 9-104, 11;96-100, 6;130-131, 27;26, 7;176.
Dari semua ayat di atas dapat diapahami tentang adanya
kehidupan umat manusia dengan segala macam kecadian dan peristiwanya baik yang
menyangkut aspek ideologi, polotik, ekonomi, sosial, budaya, hukum dan lain
sebagainya, dimana kehidupan mereka tidak lepas dari dua sistem. Ada yang hidup
dalam sistem Al-haq dan yang lain dalam sistem Al-bathil, keduanya merupakan
perseteruan yang sudah menjadi sunnatullah dan seluruh manusia tidak akan dapat
menghindar dari sunnatullah itu (Qs. 33; 62, 35; 43, 40; 85, 48; 23)
Dalam istilah lain Alloh menyebutnya dengan ANNABA-U ( (
النباء , yang secara etimologi berarti berita (5)
karena begitu pentingnya istilah ini, Alloh menjadikannya sebagai nama dari
sebuah surat dalam Al-Quran yaitu surat Annaba-u surat yang ke- 78 sebagaimana
halnya dengan Al-Qashash menjadikan nama satu surat dalam Al-Quran yang ke-28 .
Hanya saja Annaba-u cakupannya lebih luas ketimbang Al-Qashash. Apabila
Al-Qashash lebih menekankan tentang hal ihwal kehidupan umat manusia pada masa
yang lampau sementara Annaba tidak hanya pada masa yang lampau tapi juga untuk
masa sekarang dan yang akan datang bahkan hingga negeri akhirat. Mari kita ayat
berikut ini : Qs. 5;27, 6;34, 7;175, 9;70, 10;71, 14;9, 26;49, 27;22, 28;3,
38;21, 67;64, 5;18, 13;3 44;11, 49;100&120, 12;102, 20;99, 33;20, 7;101,
78;1-5, dll.
Dari ayat-ayat ini kita mengetahui dan memahami tentang
bagaimana masyarakat manusia terdahulu menjalani kehidupannya.
Peristiwa-peristiwa yang terjadi di zaman itu menjadi data-data sejarah yang
bisa dipelajari lalu dijadikan pelajaran atau ibroh untuk kehidupan kita hari
ini dan esok.Selain itu Alloh memaparkan dengan jelas bagaimana kehidupan
didunia ini di akhir zaman dan yaumil qiyamah. Semua manusia akan mengalami
terjadinya yaumil akhir dan kehidupan nanti di akhirat.
Dari penjelasan-penjelasan di atas dapatlah kita di fahami
bahwa Al-Qashash dan Annaba adalah dua istilah bagi sebutan sejarah dalam
Al-Quran, dimana semuanya membahas tentang kehidupan manusia berbagai aspeknya
baik dahulu, sekarang, dan yang akan datang.
Selanjutnya
ada istilah yang di kemukakan dalam Al-Quran untuk menyebut suatu cerita yang
dibuat-buat yang tentu bersifat piktif, atau dongeng yang tidak jelas asal-usul
dan sumber datangnya apalagi adanya data dan fakta yang bisa di pelajari dan
selidiki.
Istilah itu ada dua macam yaitu : ASATHIRUL AWWALIN DAN
HADITSAN YUFTARO ( أساطير الأوّلين – حديثا يفترى ) .
Dua istilah ini sangat jelas berbeda dengan Al-qashash dan Annaba, yang mana
kedua istilah ini sarat dengan fakta dan data yang dapat dipelajari dan
diteliti serta dapat dipertanggung-jawabkan secara ilmiyah.
Mengenai
istilah Asathirul Awwalin dan Haditsan Yuftaro ini dapat kita simak dalam
beberapa ayat berikut :
1.
Asathirul Awwalin Qs. 6:25, 8;31, 16;24,
23;83, 25;5, 28;68, 46;17, 68;15, 83;13
2.
Haditsan Yuftaro Qs. 12;111
Kedua istilah ini di gunakan oleh orang-orang kafir untuk
membantah dan menyerang kebenaran Al-Quran yang telah diturunkan Alloh swt
kepada Rosul-nya. Mereka melakukan ini bermaksud supaya missi risalah suci yang
emban rosululloh Muhammad tidak tersebar luas dan tidak dapat di terima sama
sekali oleh manusia, mereka sengaja melakukan Yasudduna’an sabilillah supaya
cahaya Alloh padam dan dunia ini tetap dalam keadaan gelap gulita (Qs. Al-‘Arof/7;
44-45, 9:32)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar