Minggu, 20 November 2016

Pengertian Sejarah



Sejarah merupakan bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan umat manusia, ia selalu mengiringi dan tak jauh dari kehidupan umat manusia. Maka manusia sesungguhnya sangat butuh akan sejarah itu.
Mengenai hal ini banyak orang yang tidak sepakat, sejarah bagi sementara orang hanyalah sebagia mata kuliah atau pelajaran hapalan tentang peristiwa yang pernah terjadi dan tidak akan pernah terulang kembali. Sebagai suatu peritiwa yang final berhenti sampai saat dan di tempat itu saja”. Barang kali ucapan yang demikian ini terbit dari ucapan ingin melupakan kesan negatif dari peristiwa yang pernah di alaminya. Tetapi perlukah pengalaman pahit itu kita lupakan. Apakah tidak sebaiknya, justru pengalaman pahit itu kita pelajari agar tidak “terantuk” untuk kedua kalinya? tidaklah apa yang pernah terjadi, tidak terjadi tanpa arti dan makna ?
Sekalipun demikian, sementara orang berani melemparkan pendapatnya bahwa “Sejarah tidak dapat memberikan pelajaran apapun untuk kita, realitas kehidupan kita selalu baru, hanya siapa yang memiliki kemauan disana ada jalan. Apa yang terjadi di masa kini tidak perlu di cocokan atau di teliti dengan petunjuk yang berupa qias atau analogi yang pernah terjadi di masa lampau”. Pandangan ini menyatakan bahwa tidak ada hunungan antara apa yang pernah terjadi di masa sekarang dengan peristiwa di masa lalu. Pengertian baru benar-benar merupakan pengertian yang bukan lahir dari yang sebelumnya. Dirasakannya apa yang terjadi sekarang ini, bukan produk dasri masa lalu, dan terlepas dari peristiwa yang pernah terjadi sebelumnya. Kemauan dianggapnya sebagai sumber segala peristiwa yang terjadi dan kemauan itu mandiri dan murni serba kesekaranngan.
Dari beberapa pendapat diatas dapat di garis bawahi bahwa sejarah itu meliputi kejadian dan peristiwa-peristiwa yang benar-benar terjadi sebagai konsekuwensi logis dari adanya kehidupan umat manusia, adanya dimensi waktu dimana manusia itu hidup baik waktu dulu, sekarang dan yang akan datang, kehidupan manusia itu merupakan suatu gerakan yang mengarah maju hingga mencapai perkembangan dan kemajuan yang luar biasa. Rentangan jalan kehidupan manusia itu dapat di pelajari dan di teliti secara mendalam dan seksama sehingga menjadi satu ilmu dan dapat di ungkapkan dalam sebuah cerita.
Dengan demikian dapatlah disimpulkan bahwa sejarah adalah suatu proses kehidupan umat manusia yang selalu tumbuh berkembang dari satu tahap yang sangat sederhana ketahap yang lebih maju dalam satu sistem pada waktu dan jaman tertentu.

Istilah-Istilah Sejarah Dalam Al-Quran
Al-Quran adalah kitabulloh yang amat sangat lengkap, mejelaskan berbagai aspek kehidupan umat manusia, membahas mulai dari hal-hal terkecil hingga masalal-masalah besar dari kehidupan dunia ini juga akhirat (Qs. Annahl/16:89)
Bagian dari pembahsan Al-Quran secara khusus menguraikan tentang hidup dan kehidupan umat manusia bahkan mendominasi terhadap pembahasan makhluk lainnya baik kehidupan manusia didunia maupun kihidupannya di akhirat. Tentang manusia dibahasnya mulai dari manusia pertama (Adam a.s) dan manusia-manusia berikutnya hingga sekarang dan bahkan yang datang. Semua aspek dan segi kehidupan manusia di bahas secara luas dan gamlang demikian rupa, mulai dari proses dan bahan penciptaan manusia itu juga aspek-aspek tertentu yang mengitarinya, apsek ideologi, politik, ekonomi, sosial, buday, hukum dan lain-lainnya.
Pembahasan mengenai hal ihwal manusia pada masa-masa lampau dimana telah hidup berjuta-juta generasi manusia, Al-Quran menyebutnya dengan Al-Qashash القصص  yang merupakan bentuk jama’ , dari kata Al-Qashash( القصص ) artinya secara bahasa adalah cerita ( 4 ) kita perhatikan ayat-ayat yang di dalam terdapat kata Al-Qashash dengan berbagai bentuk katanya, di antaranya Qs. 28;25, 16;117,118, 40;78, 4;163,164, 12;3-5, 7;100-101, 11;120, 18;9-13, 20; 9-104, 11;96-100,   6;130-131, 27;26, 7;176.
Dari semua ayat di atas dapat diapahami tentang adanya kehidupan umat manusia dengan segala macam kecadian dan peristiwanya baik yang menyangkut aspek ideologi, polotik, ekonomi, sosial, budaya, hukum dan lain sebagainya, dimana kehidupan mereka tidak lepas dari dua sistem. Ada yang hidup dalam sistem Al-haq dan yang lain dalam sistem Al-bathil, keduanya merupakan perseteruan yang sudah menjadi sunnatullah dan seluruh manusia tidak akan dapat menghindar dari sunnatullah itu (Qs. 33; 62, 35; 43, 40; 85, 48; 23)
Dalam istilah lain Alloh menyebutnya dengan ANNABA-U ( ( النباء  , yang secara etimologi berarti berita (5) karena begitu pentingnya istilah ini, Alloh menjadikannya sebagai nama dari sebuah surat dalam Al-Quran yaitu surat Annaba-u surat yang ke- 78 sebagaimana halnya dengan Al-Qashash menjadikan nama satu surat dalam Al-Quran yang ke-28 . Hanya saja Annaba-u cakupannya lebih luas ketimbang Al-Qashash. Apabila Al-Qashash lebih menekankan tentang hal ihwal kehidupan umat manusia pada masa yang lampau sementara Annaba tidak hanya pada masa yang lampau tapi juga untuk masa sekarang dan yang akan datang bahkan hingga negeri akhirat. Mari kita ayat berikut ini : Qs. 5;27, 6;34, 7;175, 9;70, 10;71, 14;9, 26;49, 27;22, 28;3, 38;21, 67;64, 5;18, 13;3 44;11, 49;100&120, 12;102, 20;99, 33;20, 7;101, 78;1-5, dll.
Dari ayat-ayat ini kita mengetahui dan memahami tentang bagaimana masyarakat manusia terdahulu menjalani kehidupannya. Peristiwa-peristiwa yang terjadi di zaman itu menjadi data-data sejarah yang bisa dipelajari lalu dijadikan pelajaran atau ibroh untuk kehidupan kita hari ini dan esok.Selain itu Alloh memaparkan dengan jelas bagaimana kehidupan didunia ini di akhir zaman dan yaumil qiyamah. Semua manusia akan mengalami terjadinya yaumil akhir dan kehidupan nanti di akhirat.
Dari penjelasan-penjelasan di atas dapatlah kita di fahami bahwa Al-Qashash dan Annaba adalah dua istilah bagi sebutan sejarah dalam Al-Quran, dimana semuanya membahas tentang kehidupan manusia berbagai aspeknya baik dahulu, sekarang, dan yang akan datang.
Selanjutnya ada istilah yang di kemukakan dalam Al-Quran untuk menyebut suatu cerita yang dibuat-buat yang tentu bersifat piktif, atau dongeng yang tidak jelas asal-usul dan sumber datangnya apalagi adanya data dan fakta yang bisa di pelajari dan selidiki.
Istilah itu ada dua macam yaitu : ASATHIRUL AWWALIN DAN HADITSAN YUFTARO ( أساطير الأوّلين –  حديثا يفترى  ) . Dua istilah ini sangat jelas berbeda dengan Al-qashash dan Annaba, yang mana kedua istilah ini sarat dengan fakta dan data yang dapat dipelajari dan diteliti serta dapat dipertanggung-jawabkan secara ilmiyah.
Mengenai istilah Asathirul Awwalin dan Haditsan Yuftaro ini dapat kita simak dalam beberapa ayat berikut :
1.      Asathirul Awwalin Qs. 6:25, 8;31, 16;24, 23;83, 25;5, 28;68, 46;17, 68;15, 83;13 
2.      Haditsan Yuftaro Qs. 12;111
Kedua istilah ini di gunakan oleh orang-orang kafir untuk membantah dan menyerang kebenaran Al-Quran yang telah diturunkan Alloh swt kepada Rosul-nya. Mereka melakukan ini bermaksud supaya missi risalah suci yang emban rosululloh Muhammad tidak tersebar luas dan tidak dapat di terima sama sekali oleh manusia, mereka sengaja melakukan Yasudduna’an sabilillah supaya cahaya Alloh padam dan dunia ini tetap dalam keadaan gelap gulita (Qs. Al-‘Arof/7; 44-45, 9:32)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar