1. Islam adalah agama yang
menyentuh seluruh isi kehidupan manusia
Islam adalah
sistem yang menyeluruh, mencakup seluruh sisi kehidupan. Ia adalah negara dan
tanah air, pemerintah dan umat, akhlak dan kekuatan, kasih sayang dan keadilan,
peradaban dan undang-undang, ilmu dan peradilan, materi dan kekayaan alam,
penghasilan dan kekayaan, jihad dan dakwah, pasukan dan pemikiran. Ia adalah
aqidah yang lurus, ibadah yang benar, tidak kurang tidak lebih.
2. Islam adalah agama sepanjang
masa.
Islam yang
berarti penyerahan diri kepada Allah, dan ber-Tauhid kepada Allah, adalah agama
masa lalu, hari ini dan sampai akhir zaman nanti. Firman Allah: ”Dan Kami tidak mengutus seorang rasulpun sebelum kamu, melainkan Kami
wahyukan kepadanya :“ Bahwasanya tidak ada Tuhan selain Aku, maka sembahlah
olehmu sekalian Aku.” (QS. 21: 25)
Islam adalah
agama yang pernah Allah sampaikan kepada para Nabi terdahulu, “Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul
pada tiap-tiap umat untuk menyerukan :“Sembahlah Allah dan jauhilah Thaghut”
(QS. 16: 36) seperti yang ditegaskan
oleh :
- Nabi Nuh : ”…dan aku disuruh supaya aku termasuk orang-orang yang berserah diri” QS. 10:72.
- Nabi Ibrahim : QS. 2:128, 132
- Nabi Yusuf : QS. 12: 101
- Nabi Musa : QS. 10:84
- Tukang-tukang sihir Fir’aun : QS. 7:126
- Nabi Sulaiman : QS. 27: 31
- Kaum Hawariyyin/pengikut Nabi Isa : QS. 3: 52
3. Kelengkapan ajaran Islam
dalam bidang aqidah
Aqidah Islam
adalah aqidah yang lengkap dari sudut manapun
- Ia mampu menjelaskan persoalan-persoalan besar kehidupan ini. Aqidah Islam mampu dengan jelas menerangkan tentang Tuhan, manusia, alam raya, kenabian, dan bahkan perjalanan akhir manusia itu sendiri.
- Ia tidak hanya ditetapkan berdasarkan instink/perasaan atau logika semata, tetapi aqidah Islam diyakini berdasarkan wahyu yang dibenarkan oleh perasaan dan logika. Iman yang baik adalah iman yang muncul dari akal yang bersinar dan hati yang bercahaya.
- Aqidah Islam adalah aqidah yang tidak bisa dibagi-bagi. Iman seorang mukmin adalah iman 100 % tidak bisa 99 % iman 1% kufur. (QS. 4: 150-151, 2:85)
4. Kelengkapan ajaran Islam
dalam bidang ibadah
Ibadah dalam
Islam menjangkau keseluruhan wujud manusia secara penuh. Seorang muslim
beribadah kepada Allah dengan lisan , fisik, hati, akal, dan bahkan kekayaannya.
- Lisannya mampu bedzikir, berdoa, tilawah, amar ma’ruf nahi munkar.
- Fisiknya mengiringi dengan berdiri, ruku’ dan sujud, puasa dan berbuka, berjihad dan berolah raga, membantu mereka yang membutuhkan
- Hatinya beribadah dengan rasa takut, berharap, cinta dan bertawakkal kepada Allah. Ikut berbahagia atas kebahagiaan sesama, dan berbela sungkawa atas musibah sesama.
- Akalnya beribadah dengan berfikir dan merenungkan kebesaran dan ciptaan Allah.
- Hartanya diinfakkan untuk pembelanjaan yang dicintai dan diperintahkan Allah. Dst.
5. Kelengkapan ajaran Islam
dalam bidang akhlaq
Akhlaq Islam memberikan
sentuhan kepada seluruh sendi kehidupan manusia dengan optimal, ia menjangkau
ruhiyyah, fisik, agama, duniawiyah, logika, perasaan, keberadaannya sebagai
wujud individu, atau wujudnya sebagai elemen komunal. Akhlak Islam meliputi:
- hal-hal yang berkaitan dengan pribadi, seperti :
1.
kewajiban memenuhi kebutuhan
fisik dengan makan dan minum
2.
seruan, agar manusia
mempergunakan akalnya menatap langit dan bumi (10:101)
3.
seruan agar manusia
membersihkan jiwanya ( QS. 91:9-10)
- hal-hal yang berkaitan dengan keluarga, seperti :
1.
hubungan suami istri,
mu’asyarah bil ma’ruf ( QS. 4: 19)
2.
hubungan anak dan orang tua
( QS. 46:15, 17: 31)
3.
hubungan dengan kerabat dan
sanak saudara ( QS. 16: 90, 17: 26)
- hal-hal yang berkaitan dengan masyarakat, seperti :
a.
etika masuk rumah orang
lain. ( QS. 24: 27)
b.
hubungan mua’amalah agar
tidak selalu mau untung dan tidak pernah sedikitpun mau berkorban (QS. Al
Mutaffiifin: 1-3), hutang piutang (QS. 2: 282)
c.
berpolitik dan bersikap
untuk selalu amanah dan adil (obyektif) QS. 4: 58
- akhlaq Islam yang berkaitan dengan makhluk hidup tidak berakal (binatang). Sabda Nabi: “di setiap hati yang basah terdapat pahala” HR. Al Bukhariy.
- Akhlak Islam yang berkaitan dengan alam raya, sebagai obyek berfikir, merenung dan belajar (QS. 3: 190), sebagai sarana berkarya dan merengkuh karunia Allah, memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari (QS. 31: 20, 2: 172)
- Lebih dari itu semua adalah akhlaq muslim kepada Allah SWT, Pencipta, dan Pemberi nikmat,.Dengan bertahmid, bersyukur, raja’/berharap, dan khauf/takut terpinggirkan apalagi dijatuhi hukuman.
6. Kelengkapan ajaran Islam
dalam bidang hukum/syari’ah
Syariah Islam
tidak hanya mengurus individu tanpa memperhatikan masyarakatnya, atau
masyarakat tanpa memperhatikan individunya. Syariah Islam mencakup seluruh
aspek kehidupan manusia.
- Ada aturan ibadah, yang mengatur hubungan manusia dengan Allah.
- Ada halal haram (bahaya-berguna) yang mengatur manusia dengan dirinya sendiri
- Ada hukum keluarga, nikah, thalaq, nafkah, persusuan, warisan, perwalian, dsb.
- Ada aturan bermasyarakat, seperti: trading, hutang-piutang, pengalihan hak, kafalah, dst.
- Ada aturan tentang tindak kejahatan, minuman keras, zina, pembunuhan, dsb.
- hubungan negara terhadap rakyatnya, loyalitas ulil amri, bughot (pemberontakan), dst.
- Hubungan antar negara, pernyataan damai atau perang
Wallahu a’lam
ISLAM AGAMA KOMPREHENSIF
|
ISLAM
AGAMA KOMPRE-HENSIF
|
DIMENSI SEJARAH
( Agama sepanjang masa. Masa lalu, masa kini,masa
depan)
DIMENSI AQIDAH
DIMENSI IBADAH
DIMENSI AKHLAQ
DIMENSI HUKUM
|
1.
Seruan
Nabi Nuh, 10:72
2.
Doa Nabi
Ibrahim 2:128, 132
3.
Doa Nabi
Yusuf, 12:101
4.
Seruan
Nabi Musa, 10:84
5.
Pernyataan
Saharatu Fir’aun, 7:126
6.
Ajakan
Sulaiman pada Balqis, 27:31
7.
Pernyataan
Kaum Hawariyyin, 3:52
1.
Penjelasan
Persoalan-persoalan besar, tentang Tuhan, manusia, alam raya, dst.
2.
Penggunaan
rasa, logika, dan wahyu dalam penetapannya
3.
Utuh
100%, tanpa ada pengurangan
Ibadah dilakukan oleh seluruh potensi
manusia, lisan, fisik, hati, akal, kekayaan, kedudukan, dsb.
1.
Kewajiban
pribadi
2.
Kewajiban
keluarga
3.
Kewajiban
masyarakat
4.
Hubungan
dengan makhluk lain, yang tidak berakal.
5.
Hubungan
dengan alam raya
6.
Hubungan
dengan Allah SWT
1.
Aturan
beribadah
2.
Halal-haram
3.
Ahwal
Syahsiyyah (keluarga)
4.
Muamalah
5.
Tindak
Pidana
6.
Hubungan
rakyat dan negara
7.
Hubungan
antar negara
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar