Kondisi
sosial diatas berimbas kepada kondisi ekonomi. Hal ini diperjelas dengan
melihat cara dan gaya hidup bangsa Arab. Berniaga merupakan sarana terbesar
mereka dalam menggapai kebutuhan hidup, namun begitu, roda perniagaan tidak akan
stabil kecuali bila keamanan dan perdamaian membarenginya. Akan tetapi kedua
situasi tersebut lenyap dari Jazirah Arab kecuali pada "al-Asyhurul
Hurum" saja. Dalam bulan-bulan inilah pasarpasar Arab terkenal seperti
'Ukazh, Dzil Majaz, Majinnah dan lainya beroperasi.
Sedangkan
dalam kegiatan industri mereka termasuk bangsa yang amat jauh jangkauannya dari
hal itu. Sebagian besar hasil perindustrian yang ada di kalangan bangsa Arab
hanyalah berupa tenunan, samak kulit binatang dan lainnya. Kegiatan ini ada
pada masyarakat Yaman, Hirah, dan pinggiran Kota Syam. Benar, di kawasan
domestik Jazirah ada sedikit industri bercocok tanam, membajak sawah, dan
beternak kambing, sapi serta onta. Kaum wanita rata-rata menekuni seni
memintal. Namun barang-barang tersebut sewaktu-waktu dapat menjadi sasaran
peperangan. Kemiskinan, kelaparan serta kehidupan papa menyelimuti masyarakat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar