Selasa, 15 November 2016

KEPRIBADIAN LEBAH



Mungkin anda heran bahwa lebah ( tawon ) yang sering ditakuti bisanya dan disenangi madunya merupakan tanda-tanda kebesaran Allah, serta menggambarkan kepribadian utama seorang mukmin, mengapa ?
Allah SWT berfirman dalam sebuah surat yang dinamakan Surat An-Nahl ( lebah ) untuk menunjukkan kemahabesaran-Nya, khususnya ayat 68-69.
Dari kedua ayat tersebut dapat ditarik hikmah yang sangat dalam bahwa kepribadian lebah mengajarkan kita untuk :
a.    Membuat sarang dibukit-bukit sebagai isyarat bagi manusia untuk memiliki jiwa merdeka, tidak tergantung pada pihak lain. Sehingga jiwanya bebas melangkah dengan seizin Allah. Dan ini merupakan tujuan risalah Isam, yaitu membebaskan manusia dari lembah kehinaan jahiliyah menuju cahaya Islam. Jiwa merdeka ini lahir dari kedalaman iman, sebagaimana ungkapan Imam Syafi'ie rahimahullah,
" Jika aku hidup, aku tidak takut kehilangan makanan
Jika aku mati aku pun tida khawatir kehilangan kuburan,
Jiwaku adalah jiwa yang merdeka yang memandang kelemahan sebagai kekufuran "
Sisi kemandirian lebah juga tampak pada bisanya yang ditakuti bagi orang-orang yang mengganggunya, sebagaimana umat Islam adalah umat yang tampil bersahaja, namun ketika umat ini diganggu kebebasannya untuk beribadah, diusik keimanannya, dirusak moralitasnya, serta mereka bangkit untuk mengejar dan membalas dengan " bisa " yang dimilikinya.
b.    Lebah senantiasa makan dari makanan yang halal dan thayib, yaitu yang berada dipucuk bunga. Ini menggambarkan bahwa pribadi yang mulia hanya makan dari makanan yang halal dan thayib, yang diperoleh dengan cara halal dan dimanfaatkan dengan cara yang halal pula.
c.    Lebah senantiasa menempuh jalan Rabbnya, yaitu jalan yang telah digariskan-Nya, maka kaum Muslimin pun harus menempuh syari'at yang telah ditentukan-Nya dalam Islam, serta menempuh jalan dakwah yang diwajibkan atasnya.
d.    Lebah mampu hinggap dipucuk-pucuk bunga tanpa merusak dan mematahkan ranting. Ini menggambarkan keperibadian utama yang mampu tampil secara simpatik dalam masyarakatnya, dalam kondisi apapun tanpa merusak tatanan, tetapi justru memberikan kemanfa'atan ditengah masyarakat. Itulah wujud syi'ar dakwah yaitu, " Tegas dalam prinsip, simpatik dalam penampilan ".
e.    Lebah membentuk penyerbukan, ini menyerukan kepada umat Islam agar berpartisipasi aktif dalam memperbaiki kualitas iman, moral dan kondisi umat Islam, untuk menumbuhkan generasi-generasi kualitas dan tahan banting menghadapi cobaan duniawi.
f.     Lebah menghasilkan madu yang dapat dijadikan sebagai obat-obatan, Subhanallah, inilah sesungghnya keterkaitan erat antara makanan yang dikonsumsi dengan hasill yang dikeluarkan. Sebagaimana lebah, kaum muslimin setelah memakan yang halal dan thayib, kemudian ia pun menghasilkan karya yang gemilang, yang akan " mengobati " penyakit umat. Kaum Muslimin aktif mencapai ilmu-ilmu yang bermanfa'at, kemudian disumbangkan untuk kesejahteraan umat manusia, rahmatan lil'alamin.
Inilah gambaran nyata didepan kita betapa lebah mampu " mendidik " kita dengan seizin Allah. Begitulah lebah, meski tampaknya kecil, namun kemanfaatan yang dibawanya sangat besar bagi kemaslahatan seluruh makhluk hidup.
Tidakkah kita malu dengan lebah, wahai kaum Muslimin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar