Mungkin anda heran bahwa lebah ( tawon )
yang sering ditakuti bisanya dan disenangi madunya merupakan tanda-tanda
kebesaran Allah, serta menggambarkan kepribadian utama seorang mukmin, mengapa
?
Allah SWT berfirman dalam sebuah surat yang dinamakan
Surat An-Nahl ( lebah ) untuk menunjukkan kemahabesaran-Nya, khususnya ayat
68-69.
Dari kedua ayat tersebut dapat ditarik
hikmah yang sangat dalam bahwa kepribadian lebah mengajarkan kita untuk :
a.
Membuat sarang
dibukit-bukit sebagai isyarat bagi manusia untuk memiliki jiwa merdeka, tidak
tergantung pada pihak lain. Sehingga jiwanya bebas melangkah dengan seizin
Allah. Dan ini merupakan tujuan risalah Isam, yaitu membebaskan manusia dari
lembah kehinaan jahiliyah menuju cahaya Islam. Jiwa merdeka ini lahir dari
kedalaman iman, sebagaimana ungkapan Imam Syafi'ie rahimahullah,
" Jika aku hidup, aku tidak takut
kehilangan makanan
Jika aku mati aku pun tida khawatir kehilangan
kuburan,
Jiwaku adalah jiwa yang merdeka yang memandang
kelemahan sebagai kekufuran "
Sisi kemandirian lebah juga tampak pada
bisanya yang ditakuti bagi orang-orang yang mengganggunya, sebagaimana umat
Islam adalah umat yang tampil bersahaja, namun ketika umat ini diganggu
kebebasannya untuk beribadah, diusik keimanannya, dirusak moralitasnya, serta
mereka bangkit untuk mengejar dan membalas dengan " bisa " yang
dimilikinya.
b.
Lebah senantiasa
makan dari makanan yang halal dan thayib, yaitu yang berada dipucuk bunga. Ini
menggambarkan bahwa pribadi yang mulia hanya makan dari makanan yang halal dan
thayib, yang diperoleh dengan cara halal dan dimanfaatkan dengan cara yang
halal pula.
c.
Lebah senantiasa
menempuh jalan Rabbnya, yaitu jalan yang telah digariskan-Nya, maka kaum
Muslimin pun harus menempuh syari'at yang telah ditentukan-Nya dalam Islam,
serta menempuh jalan dakwah yang diwajibkan atasnya.
d.
Lebah mampu hinggap
dipucuk-pucuk bunga tanpa merusak dan mematahkan ranting. Ini menggambarkan
keperibadian utama yang mampu tampil secara simpatik dalam masyarakatnya, dalam
kondisi apapun tanpa merusak tatanan, tetapi justru memberikan kemanfa'atan
ditengah masyarakat. Itulah wujud syi'ar dakwah yaitu, " Tegas dalam
prinsip, simpatik dalam penampilan ".
e.
Lebah membentuk
penyerbukan, ini menyerukan kepada umat Islam agar berpartisipasi aktif dalam
memperbaiki kualitas iman, moral dan kondisi umat Islam, untuk menumbuhkan
generasi-generasi kualitas dan tahan banting menghadapi cobaan duniawi.
f.
Lebah menghasilkan
madu yang dapat dijadikan sebagai obat-obatan, Subhanallah, inilah sesungghnya
keterkaitan erat antara makanan yang dikonsumsi dengan hasill yang dikeluarkan.
Sebagaimana lebah, kaum muslimin setelah memakan yang halal dan thayib,
kemudian ia pun menghasilkan karya yang gemilang, yang akan " mengobati
" penyakit umat. Kaum Muslimin aktif mencapai ilmu-ilmu yang bermanfa'at,
kemudian disumbangkan untuk kesejahteraan umat manusia, rahmatan lil'alamin.
Inilah gambaran nyata didepan kita
betapa lebah mampu " mendidik " kita dengan seizin Allah. Begitulah
lebah, meski tampaknya kecil, namun kemanfaatan yang dibawanya sangat besar
bagi kemaslahatan seluruh makhluk hidup.
Tidakkah kita malu dengan lebah,
wahai kaum Muslimin
Tidak ada komentar:
Posting Komentar