Kelemahan
itu terkait dengan kapasitas intelektual dan problematika moral umat sangat
lemah. Istilah lain (al-jahlu) meliputi:
Kelemahan
dalam Intelektualitas:
1.
ضعف التّر بيه Lemahnya dalam pedidikan
Meliputi: pengkaderan
Dampak: Mustahilnya melahirkan anasir-anasir dalam
nahdlatul ummat (Kebangkitan Ummat).
2.
ضعف ثقفه Lemah
dalam ilmu pengetahuan.
Penyebab: 1. Wawasan umat islam sempit dan terbatas,
termasuk lemahnya
dalam pengembangan ilmu pengetahuan.
2. Rendahnya minat umat dalam menuntut ilmu.
3. ضعف الاعداء Lemahnya
dalam perencanaan-perencanaan.
Dampak:
Tidak akan mempunyai setrategi yang jelas
(sesuai dengan sunnah).
3.
ضعف التنظيم Lemahnya
dalam managemen pengorganisasian.
Perkataan
Kholifah Ali ra:
الحقّ بلا نظام سيغلب بالبطل مع نظم Kebenaran tanpa system yang
baik akan dikalahkan oleh kebathilan yang terorganisasi dengan baik.
4.
ضعف امنيه Lemah
dalam skuirity (system keamanan/keintelegensian).
Subjek
yang harus di amankan:
Kontek
individu
1.
Diri
2.
Moral dan materil (Kekayaan)
3.
Iman
4.
Aqidah. Tanpa ada proteksi yang memadai
akan hancur
Kontek social…………
5.
ضعف تنفيد Lemah
dalam memobilisasi potensi-potensi diri dalam kolektipitas (جمعيه )
Dampak: tidak akan mensyukuri nikmat yang ada dari Allah
SWT dalam hidayah.
Kelemahan
dalam Moralitas. Problematika yang timbul:
1.
مرض النّفس Sakit
kejiwaan
Penyebab:
Individu (Suka dan tidak suka yang mengendalikan jiwa).
2.
عدم سجعة Hilangnya
keberanian
Penyebab: 1. لامرحب الا الله ( tidak ada yang ditakuti kecuali Allah)sudah
hilang.
2. Munculnya penyakit الجب (pengecut) di internal.
Catatan: Rasa
takut dan berani itu berbanding terbalik sehinga jika seseorang umat takut
kepada Allah maka ia akan berani kepada selain Allah, tetapi sebaliknya jika ia
takut kepada selain Allah maka ia akan berani melanggar/menentang aturan-aturan
Allah SWT.
3.
عدم ثبت Hilangnya
sikap teguh dalam pendirian.
Catatan:
Umat islam mulai memperlihatkan mudah mengalami الانحراف (penyimpangan-penyimpangan)penyebab:
1.
Termakan oleh rayuan-rayuan.
2.
Terserang oleh intimidasi atau
teror-teror. Bukti yang ada sering diucapkan tanpa ada pembuktian dalam
peraktek.
4. عدم الذكريّه Hilangnya
semangat untuk mengingat Allah.
Akibat: Banyak yang makripat Kepada Allah SWT tapi
bukan atas dasar تقرّبا الى
الله
Dampak: Hilangnya identitas sebagai muslim
59:19. Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang
lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada mereka sendiri.
mereka Itulah orang-orang yang fasik.
5. عدم الصبر Hilangnya
kesabaran.
Catatan:
Kesabaran merupakan salah satu solusi untuk mendapatkan pertolongan dan keberhasilan
seorang muslim.
2:153. Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah
sabar dan shalat sebagai penolongmu [1]], Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.
Kesabaran meliputi:
1. الصبر بالطاعة Sabar dalam ketaatan
2. الصبر عند المصيبة Sabar dalam musibah
3. الصبر عن المعصية Sabar ketika menghadapi maksiat
6. عدم الاخلاص Hilangnya makna ikhlas.
Catatan: Ikhlas identiknya
dengan tulus. Tulus artinya: melakukan sesuatu tanpa perasaan terpaksa, padahal bias
saja orang itu ikhlas walaupun
ada perasaan terpaksa. Contoh: solat subuh habis piket.
7. عدم الالتزام Hilangnya komitmen
Dampak : hilangnya
istiqomah.
Akibat : akan
menggunakan isme-isme yang lain
Solusi : Harus
menyadari bahwa islam sebagai pengikat utama dalam hidupnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar