Minggu, 20 November 2016

Makna Sejarah



Setiap proses sejarah memiliki makna yang sangat esensial dan mendalam untuk dikenali dan difahami oleh kita sehingga kita dapat menyikapi dasn mengambil fungsi-fungsinya secara baik dan benar. Darin makna-makna sejarah itu antara lain sebagai berikut :
1.      Sejarah mengandung makna ilmu.
Alloh Subhanahu wata’ala sudah mengintruksikan di dalam Al-Quran agar setiap orang mau berfikir dan melakukan penelitian dan pengkajian terhadap semua kejadian dan semua peristiwa masa lalu dimana manusia hidup (Qs. 7.176 dan 30.42 7/7). Dari proses dan melakukan penelitian serta penkajian ilmiyah itu tertentu saja harus sampai pada membuat kesimpulan-kesimpulan yang tepat dan benar sehingga hasilnya sangat bermanfaat dan teta guna bagi tunutan kehidupan generasi manusia sekarang dan yang akan datang. Kesimpulan - kesimpulan yang diperoleh itu tentunya ditetapkan dan dikatagorikan sebagai suatu ilmu. Demikianlah sebuah sejarah, ia dapat diteliti, dipelajri, dan dianalisa secara ilmiyah sehingga keberadaannya dapat di pertanggung jawabkan dan dimanfaatkan.

2.      Sejarah mengandung makna sebuah nilai
Alloh adalah Sang Kholiq Yang Maha Sempurna, ilmunya sangat luas tak terbatas, demikian pula kekuasaan kekuasaan dan keperkasaannya. Dengan sifat-sifat kesempurnaan-Nya itu. Dan membuat ketentuan-ketentuan dan aturan bagi perjalan semua makhluqnya khususnya manusia, dimana semua ketentuan dan aturan-Nya ini tidak dapat di ganggu dan dirubah-rubah oleh siapapun termasuk oleh manusia bahkan para Nabi dan para rosul sekalipun.
Semua aturan dan ketentuan-Nya yang baku ini disebut dalam Al-Quran dengan istilah SUNNATULLOH  dan diantara sunatulloh-Nya atas umat manusia adalah generasi ke generasi dan dari zaman ke zaman tidak akan bisa lepas dari nilai haq dan bathil tersebut dan Alloh telah mempersilahkan kepada manusia untuk memilih di antara haq dan bathil (Qs. 18.29, 47.2-3) 16.36
Ini menunjukkan bahwa sejarah hidup perjalanan manusia tidak akan lepas dari dua nilai ini kapan dan dimana manusia itu hidup. Yang pasti antara haq dan bathil ini menjadi dua kekuatan yang saling tarik menarik, keduanya menjadi musuh dimana yang satu selalu berusaha untuk mengalahkan hingga menghancurkan yang satunya lagi (Qs. 4:101, 5:82)

3.      Sejarah mengandung makna kesadaran
Dan adanya sebuah nilai, tentu saja seseorang harus memiliki kesadaran dan sikap, diposisi mana dia harus berada, apakah posisi haq yang tenunya dia harus menjadi mu’min yang benar, atau mau di posisi bathil yang tentunya dia ber status kafir.
Bagi seorang mu’min sudah menjadi keyakinan dan tuntutan bahwa memperjuangkan Al-haq adlah Fardlu a’in yang nilainya disisi Alloh sungguh sangat besar. Baginya hanya ada dua pilihan : Mati syahid atau Hidup Mulya di bawah naungan ridlo Alloh SWT (Qs. 47;4, 59;18,   2;134, 2;141).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar