Setiap proses sejarah memiliki makna yang sangat esensial
dan mendalam untuk dikenali dan difahami oleh kita sehingga kita dapat
menyikapi dasn mengambil fungsi-fungsinya secara baik dan benar. Darin
makna-makna sejarah itu antara lain sebagai berikut :
1.
Sejarah mengandung makna ilmu.
Alloh
Subhanahu wata’ala sudah mengintruksikan di dalam Al-Quran agar setiap orang
mau berfikir dan melakukan penelitian dan pengkajian terhadap semua kejadian
dan semua peristiwa masa lalu dimana manusia hidup (Qs. 7.176 dan 30.42 7/7).
Dari proses dan melakukan penelitian serta penkajian ilmiyah itu tertentu saja
harus sampai pada membuat kesimpulan-kesimpulan yang tepat dan benar sehingga
hasilnya sangat bermanfaat dan teta guna bagi tunutan kehidupan generasi
manusia sekarang dan yang akan datang. Kesimpulan - kesimpulan yang diperoleh
itu tentunya ditetapkan dan dikatagorikan sebagai suatu ilmu. Demikianlah
sebuah sejarah, ia dapat diteliti, dipelajri, dan dianalisa secara ilmiyah
sehingga keberadaannya dapat di pertanggung jawabkan dan dimanfaatkan.
2.
Sejarah mengandung makna sebuah nilai
Alloh
adalah Sang Kholiq Yang Maha Sempurna, ilmunya sangat luas tak terbatas,
demikian pula kekuasaan kekuasaan dan keperkasaannya. Dengan sifat-sifat
kesempurnaan-Nya itu. Dan membuat ketentuan-ketentuan dan aturan bagi perjalan
semua makhluqnya khususnya manusia, dimana semua ketentuan dan aturan-Nya ini
tidak dapat di ganggu dan dirubah-rubah oleh siapapun termasuk oleh manusia
bahkan para Nabi dan para rosul sekalipun.
Semua
aturan dan ketentuan-Nya yang baku ini disebut dalam Al-Quran dengan istilah SUNNATULLOH
dan diantara sunatulloh-Nya atas
umat manusia adalah generasi ke generasi dan dari zaman ke zaman tidak akan
bisa lepas dari nilai haq dan bathil tersebut dan Alloh telah mempersilahkan
kepada manusia untuk memilih di antara haq dan bathil (Qs. 18.29, 47.2-3) 16.36
Ini
menunjukkan bahwa sejarah hidup perjalanan manusia tidak akan lepas dari dua
nilai ini kapan dan dimana manusia itu hidup. Yang pasti antara haq dan bathil
ini menjadi dua kekuatan yang saling tarik menarik, keduanya menjadi musuh
dimana yang satu selalu berusaha untuk mengalahkan hingga menghancurkan yang
satunya lagi (Qs. 4:101, 5:82)
3.
Sejarah mengandung makna kesadaran
Dan
adanya sebuah nilai, tentu saja seseorang harus memiliki kesadaran dan sikap,
diposisi mana dia harus berada, apakah posisi haq yang tenunya dia harus
menjadi mu’min yang benar, atau mau di posisi bathil yang tentunya dia ber
status kafir.
Bagi
seorang mu’min sudah menjadi keyakinan dan tuntutan bahwa memperjuangkan Al-haq
adlah Fardlu a’in yang nilainya disisi Alloh sungguh sangat besar. Baginya
hanya ada dua pilihan : Mati syahid atau Hidup Mulya di bawah naungan ridlo
Alloh SWT (Qs. 47;4, 59;18, 2;134,
2;141).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar