Minggu, 20 November 2016

Kaitan Antara Aqidah dan Sejarah



Dikalangan umat Islam pada umumnya, walaupun disadari bahwa sejarah memiliki makna dan funsi Fundamental dalam kehidupan, akan tetapi pada kenyataannya hal itu seringkali menunjukan sebaliknya. Ada anggapan bahwa sejarah adalah penting, tetapi bukan suatu prinsip apalagi termasuk bagian dari asas Aqidah. Antara praktek sejarah dan prinsip Aqidah tidak memiliki hubungan satu sama lain. Maksudnya, kalau Aqidah adalah urusan manusia dalam hubungannya dengan Allah Swt, sedangkan sejarah adalah semata urusan manusia, dan tidak ada kaitan dengan eksistensi Alloh tersebut. Mereka menganggap gerak sejarah tidak diatur oleh hukum-hukum tertentu, melainkan mengalir dan berjalan begitu saja. Sehingga, karena gerak sejarah tidak diatur oleh sebuah hukum maka tidak ada pola yang mengikat sejarah umat manusia.
Adapula yang meyakini bahwa sejarah manusia tidak mengalir begitu saja, tetapi memiliki hukum dan pola tertentu. Setiap peristiwa sejarah diatur dan dikendalikan oleh pola hukum sejarah tersebut. Namun, hukum-hukum yang mengatur sejarah ini bersifat alamiah dansepenuhnya ditentukan oleh factor manusia dan samasekali bukan berasal dari ketetapan Rob (Alloh Swt).
Anggapan-anggapan diatas muncul dikarenakan pemahaman dan pemaknaan yang keliru terhadap hakikat sejarah maupun konsep Aqidah itu sendiri. Sehingga seolah sejarah adalah sesuatu prinsip yang terpisah dari aqidah, atau mengatakan bahwa konsepsi aqidah tidak ada kaitan dengan sejarah.
Sedangkan Islam tidak memisahkan antara aplikasi sejarah dan kehidupan bersejarah. Antara aqidah dan sejarah mempunyai kaitan sangat erat dan tak terpisahkan satu sama lain. Aqidah merupakan asas dan tujuan hidup manusia, dimana kehidupan pada hakekatnya adalah dalam rangka membangun kesempurnaan aqidah. Proses aplikasi dan membangun aqidah inilah sesungguhnya yang menjadi isi dan hakekat dari sejarah manusia. Dalam hal ini, aqidahberfungsi sebagai dasar pokok yang mengikat dan mengendalikan arah dan gerak sejarah, sedangkan sejarah berfungsi sebagai sarana atau tempat dalam mewujudkan aqidah, dimana melalui sejarah ini prinsip-prinsip aqidah seseorang atau masyarakat diproses penegakannya.dengan demikian, pelaksanaan dan pemabangunan aqidah adalah mensejarah, dalam arti berproses dalam waktu.
Dengan kata lain, hakikat perjalanan sejarah adalah perjalanan manusia dalam mewujudkan prinsip aqidahnya. Ini berarti tiap tahapan sejarah yang dilalui adalah proses pembangunan menuju kesempurnaan aqidah tersebut. Melalui proses dan tahapan sejarah inilah kesempurnaan aqidah seseorang atau masyarakat akan terwujud. Selain itu, dari sejarah ini akan nampak terlihat kebenaran atau kesesatan prinsip aqidah yang dianut oleh seseorang atau masyarakat tersebut. Dengan demikian jelas bahwa sejarah tidak bisa dilepaskan dari prinsip dasar aqidah, yang menjadi dasar pokok kehidupan manusia.
Jika perjalanan sejarah tidak bisa dipisaqhkan dari dasar aqidah, maka gerak sejarah manusia terikat oleh hukum-hukum dan pola-pola tertentu sesuai dengan kekuatan aqidah yang menggerakannya. Dan apoabila sejarah terikat oleh suatu hukum dan memiliki pola dalam perjalananya, maka sudah pasti setiap sejarah manusia memiliki awal-mula serta tujuan akhir yang hendak dicapai (diwujudkan), dimana setiap gerak langkah akan diarahkan pada tujuan tersebut.
Dengan demikian, pandangan seseorang terhadap hakikat sejarah sangat dipengaruhi oleh aqidahnya. Dan seseorang yang beraqidah pasti memiliki pandangan tentang hakikat sejarahnya. Karena bagaimana mungkin seseorang dapat mewujudkan prinsip aqidahnya dengan benar tanpa memiliki pemahaman terhadap sejarah, sebagai tempat bagi perwujudan prinsip aqidah tersebut. Mewujudkan aqidah tanpa pemahaman sejarah yang benar sudah pasti tidak akan faham, dari mana, sedang dimana dan harus kemana sejarah ini mesti diarahkan. Sebaliknya memahami sejarah tanpa memahami aqidah ibarat orang mengendarai mobil dijalanantanpa tujuan dan petunjuk jalan, atau orang yang bermain bola dilapang sepak bola tanpa aturan main.
Oleh karena itu, ketidak utuhan dalam memahami konsep aqidah akan berdampak pada kesalahan dalam memahami sejarah. Sebaliknya demikian, kekeliruan dalam memahami konsep sejarah akan berdampak pada ketidak jelasan dalam mengaplikasikan aqidah dalam kehidupan.
Dalam kaitan aqidah dan sejarah tersebut dibawah ini akan dibicarakan dua hal, yakni; Aqidah Sejarah dan Sejarah Aqidah. Kedua istilah ini digunakan sebagai istilah tehnis saja untuk menjelaskan filsafat sejarah atau makna filosofis dari sejarah.
Aqidah Sejarah maksudnya adalah pandangan aqidah terhadapnhakikat sejarah. Karena seperti dikatakan diatas, sejarah adalah perjalanan hidup manusia dalam waktu (baik telah, sedang dan akan datang), maka sejarah adalah sesuatu yang bergerak, dan gerak dari sejarah ini mempunyai pola (model) tertentu. Pola dari gerak sejarah ini merupakan hukum (Norma) yang mengikat perjalan sejarah manuusia. Pandangan seseorang terhadap pola gerak sejarah ini berbeda-beda sesuai dengan dasar aqidah yang mereka yakini.
Sedangkan yang dimaksud Sejarah Aqidah adalah perwujudan aqidah dalam perjalanan sejarah. Aqidah sebagai dasar pokok kehidupan umat adalah factor penggerak sejarah. Jadi kalau Aqidah Sejarah bicara tentang pola gerak sejarah, sedangkan sejarah Aqidah membahas tetang aqidah sebagai kekuatan yang menggerakan sejarah tersebut.

Aqidah-Sejarah (Pola Gerak Sejarah)
Sebelum kita membahas pandangan Islam (Al-Qur’an) tentang pola gerak sejarah, terlebih dahulu akan diterangkan faham-faham umum tentang masalah tersebut. Hal ini perlu terutama untuk membandingkan faham-faham umum tersebut dengan pandangan Al-Qur’an. Ada beberapa teori yang menjelasakan pola (tipe-tipe) gerak sejarah, hal ini berdasarkan pada hukum-hukum umum yang mengendalikan sejarah tersebut, yakni :
1)   Gerak sejarah yang bersifat maju (progres)
2)   Gerak sejarah yang bersifat Mundur
3)   Gerak sejarah yang bersifat Daur (melingkar)
4)   Gerak sejarah yang tidak berpola

  1. Gerak sejarah yang bersifat maju (progress)
Faham ini berpendapat bahwa sejarah bergerak maju menelusuri garis lurus yang mengarah ke depan. Menurutnya, perjalanan sejarah manusia mengalami kemajuan dan perkembangan setahap demi setahap menuju tingkat kesempurnaan. Karena manusia apa bila semakin dewasa maka akan semakin bijak dan semakin matang. Apabila manusia zaman dahulu memiliki kelebihan tertentu, maka manusia yang berikutnya mempunyai kelebihan dalam kesempurnaannya. Sejarah manusia telah melalui beberapa zaman/ masa (seperti zaman primitive/ kuno, zaman pertengahan, zaman pencerahan, zaman modern, zaman post modern), dimana dari satu zaman ke zaman berikutnya menunjukan adanya kemajuan, pertumbuhan dan perkembangan. Yang menjadi ukuran kemajuan menurut faham ini setidaknya dapat dilihat dari tiga aspek yaitu : kemajuan intelektual (ilmu pengetahuan), kemajuan material (materi), kemajuan moral. Jadi sejak zaman kuno hingga zaman modern / post modern hari ini. Kehidupan manusia baik ilmu pengetahuan, materi dan moral (Akhlaq) terus bergerak maju tidak pernah mengalami kemunduran.
Dari segi ilmu pengetahuan misalnya, hari demi hari mengalami perkembangan terus menerus dari satu tahap ke tahap selanjutnya. Hingga hari ini ilmu pengetahuan manusia tidak berhenti berkembang. Tentang hari ini ada yang membagi perkembangan sejarah pengetahuan manusia kedalam tiga fase, yaitu ; fase Agama (religius), fase metapisis, dan fase ilmu (pistifis). Pada masa agama (religius) manusia berada dalam terkuasai oleh alam. Alamlah yang mendominasi kehidupan mereka. Hali ini di sebabkan mereka belum mampu memahami gejala-gejala alam dengan ilmu. Pada fase ini pengetahuan manusia masih dipengaruhi oleh agama (sepeti animisme, politisme, monoteisme). Pada fase metafisis manusia sudah mulai menyadari kekuatannya. Ketergantungan terhadap alam mulai di lepaskan, disini manusia tidak lagi di kendalikan oleh alam, meskipun demikian mereka masih dikuasai oleh kekuatan-kekuatan ghaib yang ada di balik alam tersebut. Sedangkan pada fase ilmu (politivis), manusia telah mampu memahami dan bahkan menguasain alam dengan ilmunya. Demikian selanjutnya pengatahuan manusia akan terus maju dan tidak akan pernah mengalami kemunduran.
            Demikian pula dalam aspek material, capai-capaian material manusia akan terus menerus maju dan berkemban, baik dalam produksi, distribusi dan konsumsi masyarakat terhadap kebutuhan materi terus maju dan berkembang. Demikian juga dari segi moral ( akhlaq ), menurut mereka kemajuan dalam bidang Ilmu pengetahuan dan material di atas diikuti dengan semakin maju dalam pandangan sikap prilaku akhlaq manusia, karena dengan semakin cerdas ( berilmu ) dan maju dalam materi, maka akan semakin baik dan sempurnalah akhlaq manusia.

Ilmu pengetahuan
Material
Moral
                                                                     Tujuan

  1. Gerak sejarah yang bersifat mundur
Berbeda dengan pandangan pertama, faham yang kedua ini berpendapat sebaliknya bahwa gerak sejarah manusia tidak bersifat maju tetapi justru mundur. Setiap zaman yang dilalui manusia bukan mengarah pada pengajuan tetapi peroses kemunduran. Dario jaman primitif hingga zaman moderen hari ini tidak ada sesuatu pun yang maju dalam kehidupan manusia Gerak mundur ini akan terus berjalan hingga pada akhirnyua sejarah manusia mengalami kehancuran. Menurut faham ini. Meskipun nampak adanya kemajuan dalam beberapa aspek (seperti dalam aspek ilmu pengetahuan dan material). Tetapi hari itu sesungguhnya adalah kemjuan yang semu. Semua kebudayaan dan peradaban yang dicapei oleh manusia adlah suatu yang hampa dari semangat dan nilai-nilai moral.
Manusia memang semakin cerdas dan sadar tetapi tidak menjadi lebih bahagia dan bermoral. Manusia modern semakin tidak bermoral dan kehilangan nilai-nilai spiritual dalam kehidupannya. Karena segglanya diukuroleh ilmu dan materi. Kemajuan dalam bidang material dan ilmu pengetahuan serta teknologi tidak membuat kehidupan manusia menjadi bahagia dan sejahtera malah sebaliknya membuat manusia semakin sengsara. Kejahatan dan kesesatan hidup yang di alami oleh manusia modern hari ini tida jauh berbeda denga kejahatn yang di lakukan manusia pada zaman dahulu. Jika dulu manusia berperang dan membunuh dengan panah atau tombak. Apa bedanya dengan hari ini membunuh dengan peluru (sepapan). Bahkan kejahatan dan kerusakan hari ini yang terjadi pada masa modern lebih besar ketimbang kerusakan dan kejahatan yang di perbuat manusia zaman dahulu.
Pada jaman modern peperangan dan pembunuhan bukan semakin berkurang tetapi justru semakin meningkat. Sehingga harapan terhadap perdamayan. Kian sirna. Demikian pula dampak-dampak yang di timbulkan dari kemajuan iptek dan materi, baik terhadap alam fiksik ataupun social masyarakat semakin parah. Seperti perubahannya alam fisik memnjadi alam industeri. Dari zaman ke zaman, kerusakan dan kehancuran tersebut kian meningkat dan semakin parah. Semua itu menunjukan bahwa gerak sejarah tiadak bersipat maju tapi bergerak mundur ke belakang.

 



                                                                       Tujuan

  1. Gerak sejarah yang bersipat daur (melingkar)
Menurut paham ini. Gerak sejarah bersipat daur (melingkar) dan mengulang kembali dirinya dalam satu bentuk atau lainya. Gerak daur ini diberatkan seperti siklus jasmani, yakni ada masa kelahiran, kemudian meningkat menjadi kanak-kanak, remaja, dewasa, tua, hingga akhirnya mati. Jadi sejarah manusia akan melalui pase-pase pertumbuhan dan perkembangann dan kemudian berakhir dengan kemunduran dan kehancuran /kematian, setelah itu memulainya lagi dari awal. Artinya, setelah sejah masyarakat tersebut mengalami masa kehancuran, maka ia akan lahir kembali yang diikuti proses pertumbuhan, perkembangan dan masa kehancuran untuk keduakalinya. Demikian seterusnya, daur sejarah manusia (masyarakat) tersebut akn terusberputar dan berulang kembali.  
   



  1. Gerak sejarah yang tidak berpolak
Selain paham-paham di atas adapula yang berpendapat bahwa gerak sejarah tidak memiliki pola tertentu, tapi berjalan dan mengalir begitu saja sejarah manusia begerak tanpa arah dan tujuan, serta tidak pula memiliki awal sdan akhir pendapat ini menolak bahwa sejarah bersipat maju, mundur, atau daur.

Pola gerak sejarah menurut Islam (Al-Qur’an)
Bagaimanakah pola gerak menurut Islam (Al-Qur’an)? apakah gerak sejarah menurut Al-Qur,an bersipat maju, mundur, daur, atau tidak berpola. Dalam keterangan Al-Qur’an (dan Al hadist) disebutkan bahwa ada hukum-hukum tetap yang berlaku dalam seliap peristiwa dan perjalanan sejarah manusia (Qs, 47:10, 17; 77. termasuk didalamnya adalah yang mengatur sejarah (lihat seperti Qs, 24:55, 3:140).
Pandangan Islam tentang pola gerak dari sejarah manusia terkait dengan prinsip Al haq dan Al bathil. Karena isi (hakekat) sejarah menurut Islam tidak lepas dari perjalan dan pertentangan Al haq dan Al bathil. Dalam hal ini ada dua pola gerak sejarah, yakni pertama, gerak sejarah yang mengikat perjalanan hidup umat Islam; kedua, gerak sejarah yang berlaku bagi kaum musyrikin. Singkztnyz, sejarah merupakan perjalanan suatu umat dalam rangka mewujudkan system haq atau batil yang mereka yakini. 
Karena kedu umat (muslim dan musyrikin) tersebut terikat oleh prinsip dasar dan tujuan hidup yang berbeda maka konsekuensinya keduanya memiliki alur dan kerangka sejarah yang berbeda. Kedua sejarah umat tersebut akan bergerak dalam arah dan tujuan dalam tolak belakang dan saling bertentangan. Namun, meskipun memiliki alur dan kerangka yang berbeda, kedu sejarayh uamat tersebut saling terkait (berhubungan). Maksudnya kedu sejarah (umat tersebut akan saling berhadapan satu sama lain.
Hubungan antara kedua ssejarah umat tersebut tidak hanya berlawanan tetapi juga saling menghancurkan dan melenyapkanan, dimana satu pihak berusaha memiliki pihak lainnya. Jika sejarah Al haq (umat Islam) bergerak maju maka pada saat yang bersamaan sejarah Al bathil akan mengalami masa kemunduran dan kehancuran. Demikian pula sebaiknya, jika sejarah al haq mundur selangkah kebelakang, maka sejarah al bathil akan bergerak maju selangkah kedepan. Mustahil kedua sejarah umat tersebut bergerak maju atau mundur secara bersama-sama. Kedua sejarah umat tersebut tidak mungkin berjalan bersama-sama dan beriringan tampa ada perte ntangan satu dengan yang lainnya. Atau kedua sejarah umat tersebut dapat hidup rukun-harmanis dalam satu waktu dan tempat yang sama.
Akibat adanya konplikq antara al Haq dan al bathil tersebut, maka gerak sejarah umat Islam akan mengalami dua masa, yakni masa kemajuan (progress), dan masa kemunduran (prosses kehancuran). Kedua masa tersebut bersipat turun-naik (pluktuatif) dan akan mengalami perputaran (daur). Suatu masa sejarah umat Islam ada di atas dan sejarah kaum musyrikin berada di bawah, dan di saat yang lain sejarah ummat Islam berada di bawah sedangkan lawannya berada di atas puncak kejayaan. Dengan kata lain, pola gerak sejarah ummat Islam (dan lawannya kaum musyrik) bersifat maju, mundur dan daur.

 






Gerak maju sejarah ummat Islam bermula sejak pertama kali system Al-haq di tegakkan / di bangkitkan. Jika ukuran sejarah ummat Islam adalah tegaknya Al-haq, maka awal kelahiran sejarah ummat Islam adalah mula-pertama Al-Haq tersebut di bangkitkan, sedangkan akhir dari sejarahnya adalah kehancuran pada saat system Al-Haq tersebut mengalami kehancuran (kematian).
Setelah awal kelahirannya, sejarah ummat Islam ini akan bergerak maju tumbuh dan berkembang, dalam gerak majunya, sejarah ummat Islam (Al-Haq) akan melewati tahapan demi tahapan. Jika satu tahapan telah dilewati maka akan di ikuti oleh tahapan berikutnya. Dan setiap tahapan yang dilalui akan semakin mendekatkan ummat kepada tujuan. Adapun tujuan akhir dari sejarah ummat ini adalah tegaknya system Al-Haq secara sempurna dalam seluruh sendi kehidupan mereka.
Gerak maju sejarah ummat Islam ini adalah suatu yang berkesinambungan tanpa terputus. Maksudnya, antara satu tahap ketahap berikutnya saling terkait dan tidak terputus. Selain itu, perjalan sejarah ummat ini adalah sejarah yang tuntas dan sempurna dari awal hingga akhir. Selama masa-masa kemajuan, sejarah al-haq ini mustahil berhenti di tengah jalan sebelum tujuan akhir dari gerakannya terwujud. Selama tujuannya belum tercapai, sejarah ummat ini akan terus bergerak maju dan tidak akan pernah mundur kebelakang. Artinya sejak awal kelahiran hingga tercapainya tujuan akhir.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar