Kalau kita teliti dan pelajari agama Islam, nyatalah bahwa
ajaran-ajaran Islam selalu penuh dengan hukum-hukum yang berkaitan dengan
urusan-urusan berkeluarga, bertetangga dan bermasyarakat, yang kesemuanya hanya
bertujuan ke arah terbangunnya syari'at Islam di dalam masyarakat yang penuh
dengan mahabbah dan marhamah.
Oleh karena itu, pemimpin rumah tangga harus selalu berusaha
menanamkan benih dan cita-cita yang ada di dalam jiwa dan hatinya ruhul
mahabbah dan marhamah, agar di kehidupan rumah tangganya
menjadi keluarga yang baik dan sejahtera, lahir maupun batin. Sebab di dalam
sebuah keluarga itu kelak pasti akan menjadi satu anggota keluarga dari
tetanggatetangga dalam lingkungan sekitarnya di mana ia tinggal yang mau tak
mau haruslah tunduk kepada hukum-hukum yang bertetangga.
Segala macam kebaikan, juga segala macam keburukan yang akan
menimpa tetangganya, suatu keluarga atau rumah tangga tak akan terlepas dari
pertanggung jawaban terhadap tetangga. Kalau memang di dalam keburukan yang
demikian yang berasal dari kalangan anggota keluarga dari sebuah rumah tangga,
apabila dilandasi kemungkaran atau kerusakan yang terpaksa di dalam menimpa
sekelompok tetangga dan sekitar lingkungannya.
Di dalam hal ini sunggung semakin sangat terasa sekali
betapa Islam melalui RasulNya secara senantiasa dalam memberi tuntunan dan
bimbingan kepada umatnya. Setiap manusia selalu waspada dan berhati-hati dan
selalu berjaga-jaga terhadap segala bentuk
ucapan dan perbuatan, sebagaimana di dalam anggota satu
tetangga dengan satu kampung sebagai satu anggota satu negara dan satu bangsa.
Nabi selalu memulai perbaikan ini dimulai yang terutama dari
tiap anggota rumah tangga. Sebagai contoh tauladan terhadap tetangga-tetangga
yang lainnya. Adapun di dalam sebauh hadist yang di riwayatkan yang artinya:
"Yang dinamakan orang muslim, ialah bilamana orang lain
selamat dari gangguan lidah dan tangganya. Dan yang dinamakan orang mukmin,
ialah bilamana orang lain di buat merasa aman atas darahnya (nyawa) dan hartanya(HR. al-Nasa'i)
Hadist di atas menjelaskan tuntunan dan ajaran untuk
memperbaiki dan menertibkan di dalam setiap rumah tangga, di mana baik dan
buruknya akan dapat mempengaruhi masyarakat di dalam sekitarnya nanti, dan
disamping itu juga anggota keluarganya itu sendiri.
Oleh karena Nabi kita selalu senantiasa selalu memohon
perlindungan dan berdoa kepada Allah SWT agar dihauhkan dari segala marah
bahaya dari tetangga yang jahat dilingkungan sekitarnya dari perangai yang
jelek.
Kiranya setiap tetangga jangan sampai menjadi tetangga
sebagaimana yang dijelaskan dalam hadist di atas tersebut. Sebab akibatnya akan
sangat jauh, baik bagi
semua tetangganya dan lingkungannya dapat berpengaruh juga
di dalam masyarakat kita pada umumnya yang terdiri dari ibu, bapak dan sejumlah
seluruh anggota yang lain.
Ketiga macam anggota rumah tangga tersebut inilah yang akan
dapat mewarnai corak dalam kehidupan rumah tangga itu sendiri khususnya pada
keluarga kita sendiri dan juga dapat mewarnai kehidupan masyarakant di sekitarnya,
baik tentang kebaikan maupun tentagn keburukannya. Karena itu apabila dalam
setiap rumah tangga yang terutama khususnya ibu dan bapak, memasang niat dapat
menumbuhkan suasana yang citra yang kuat terhadap semua anggota keluarga yang
tinggal di lingkungannya di sekitanya yang akan menjadi tanggung jawab bersama.
Sebagaimana Allah mengajarkan umatNya dan hamba-hambaNya
untuk memohon dan berdoa selalu kepadaNya baik dalam keadaan suka dalam keadaan
duka. Firman Allah berbunyi:
"Dan perbaikilah bagiku dalam keluarga dan keturunan ku
aku bertaubat kepadamu dan aku adalah dari kalangan orang islam yang tunduk dan
patuh kepadamu (QS.
Al-Ahqaf: 15)
Surat Ali Imran berikut ini dapat memperjelas ayat di atas
tentang doa seorang nabi Zakariyah yang amat perlu kita ikuti
sebagai contoh tauladan dalam kehidupan kita semua dilingkungan masyarakat ini.
Adapun firman tersebut adalah yang berbunyi:
"Nun di sana…. Berdoalah nabi Zakariah yang memohon
kepada tuhannya" wahai tuhanku karuniakanlah kepadaku dari sisi mu keturunan
yang baik sesungguhnya engkau maha mendengar doa" (QS. Ali Imran: 38)
Dalam ayat di atas Allah SWT telah menghendaki
harapan-harapan dari segala hamba-hambanya yang dapat berfungsi sebagai ayah
juga itu yang telah di bebani segala sesuatu beban dan tanggung jawab yang
harus dipikul terhadap anak dan keturunan keluarganya untuk itu lebih jelas dan
tuntas dan dapat di pertegas dalam hal ini, Allah telah memberi peringatan
tentang kepada semua orang yang beriman dan bertaqwa kepadaNya sebagaimana tersebut
dalam Al-Qur'an:
"Wahai orang-orang yang beriman ! jagalah diri dan
keluargamu dari api neraka di mana bahan bakarnya adalah batu-batu, dan manusia
sedang yang mengawasi adalah para malaikat yang amat tegas dan keras yang tidak
pernah durhaka kepada Allah apa yang di perintahkan kepada mereka, dan mereka
senantiasa melaksanakan apa saja di perintahkan (QS. al-Tahrim: 6)
Ayat di atas menjelaskan gambaran peringatan-peringatan dan
ancaman yang di tunjukkkan kepada umat manusia yang telah melanggar dan melalaikan
perintah Allah. Maka dari pada itu dapat kita fahami arti ayat tersebut tentang
gambaran berapa
buruk dan besar dalam suatu keluarga dari satu rumah tangga.
Bagi seorang muslim yang sadar pada dirinya selalu taat
beribadah menjalankan semua perintah-perintah dan menjauhi semua larangannya
kepada Allah dan selalu taat kepada perintah agama, pastilah akan dapat
menggugah hati nuraninya untuk selalu waspada dan hati-hati terhadap
keselamatan anak-anak cucu dan smua keluarganya.
Untuk itu kita sebagai umat Islam marilah kita bersama-sama
untuk dapat melangkahkan kaki kita semua untuk maju ke depan dalam membentuk
dan membina keluarga yang harmonis, damai, dan bahagia. Dan sebagai target kita
semua sebagaimana sabda junjungan kita nabi besar Muhammad SAW yang menyatakan
tentang suatu wujud di dalam keluarga bahagia ini, yang tertuang dalam sebuah
hadist yang artinya:
"Ada empat macam kebahagian yang akan dirasakan
seseorang, yakni istri yang baik budi pekerti, anak-anaknya berkelakuan baik
dan berbakti kepada orang tua, teman pergaulan baik-baik, dan rizkinya di
tempat tinggalnya sendiri".
Inilah
gambaran tentang macam-macam sarana untuk mendapatkan kebahagiaan yang selalu
diinginkan dan didambakan suatu rumah tangga yang harmonis, ideal dan penuh
dengan kebahagian.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar